Investor Pertimbangkan Data Ekonomi Terbaru, Yield USTreasury Menurun
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS sedikit menurun pada Kamis (20/02/2025) saat investor mencerna data ekonomi terbaru dan rencana tarif terbaru dari Presiden Donald Trump.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, imbal hasil USTreasury 10 tahun turun 3,2 basis poin menjadi 4,503%, sementara Treasury 2 tahun turun kurang dari 1 basis poin menjadi 4,272%.
Pada Kamis, investor menganalisis klaim awal tunjangan pengangguran mingguan untuk pekan yang berakhir pada 15 Februari, yang tercatat sebanyak 219.000. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan angka 215.000.
Investor juga mempertimbangkan usulan tarif terbaru Trump, termasuk penerapan bea masuk 25% pada mobil, farmasi, dan semikonduktor.
Trump mengatakan tarif tersebut dapat “naik secara signifikan dalam setahun ke depan” dan bisa mulai diberlakukan paling cepat pada 2 April.
Risalah pertemuan FOMC yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa pejabat Federal Reserve mengatakan mereka perlu melihat inflasi turun lebih jauh sebelum memangkas suku bunga lebih lanjut, dan mereka khawatir tentang dampak tarif Trump terhadap inflasi.
Baca Juga
Risalah FOMC: Pejabat Fed Khawatir Dampak Tarif terhadap Inflasi, Tunda Pemotongan Suku Bunga
Para peserta rapat FOMC menyatakan bahwa, dengan asumsi ekonomi tetap mendekati tingkat ketenagakerjaan maksimum, mereka ingin melihat kemajuan lebih lanjut dalam inflasi sebelum melakukan penyesuaian tambahan pada kisaran target suku bunga dana federal.
Pejabat The Fed juga menyoroti risiko kenaikan terhadap prospek inflasi. Secara khusus, para peserta rapat FOMC mengutip kemungkinan dampak dari perubahan kebijakan perdagangan dan imigrasi yang potensial.
Sementara itu, Conference Board melaporkan bahwa Leading Economic Index secara tak terduga mengalami kontraksi pada Januari.

