Yield USTreasury Naik di Tengah Meningkatnya Kekhawatiran Resesi Ekonomi AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada Rabu (26/03/2025). Investor menunggu data ekonomi lebih lanjut di tengah meningkatnya kekhawatiran akan resesi ekonomi AS.
Baca Juga
Survei CNBC Fed: Pertumbuhan Ekonomi AS Melambat, Kekhawatiran Resesi Meningkat
Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun, yang menjadi acuan, naik lebih dari 4 basis poin menjadi 4,352%. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun juga naik 3,5 basis poin menjadi 4,019%.
Investor makin khawatir tentang kondisi ekonomi AS karena semakin banyak data yang menunjukkan kemungkinan resesi.
Sekitar 60% kepala keuangan (CFO) memperkirakan resesi akan terjadi pada paruh kedua tahun 2025, menurut Survei Dewan CFO terbaru dari CNBC. Tiga perempat CFO yang disurvei mengatakan mereka "cukup pesimistis terhadap kondisi ekonomi AS secara keseluruhan."
Kata-kata seperti “agresif” dan “mengganggu” muncul dalam survei tersebut terkait pandangan eksekutif terhadap masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh kebijakan tarif Trump yang berubah dengan cepat, yang telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan perang dagang global dan pertumbuhan ekonomi AS yang tertinggal.
Selain itu, data kepercayaan konsumen yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan bahwa pandangan konsumen AS terhadap pendapatan, bisnis, dan prospek pekerjaan dalam jangka pendek anjlok ke level terendah dalam 12 tahun terakhir.
Baca Juga
Terus Menurun, Kepercayaan Konsumen AS Capai Titik Terendah dalam 12 Tahun
Investor kini menantikan rilis indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE), indikator inflasi pilihan The Fed, pada hari Jumat, yang akan menjadi tolok ukur utama untuk menilai kondisi kesehatan ekonomi.

