DeepSeek Cari Pendanaan Baru dari Alibaba dan Lembaga Dana Investasi China
BEIJING, investortrust.id - Startup kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) asal China, DeepSeek, dikabarkan sedang mencari pendanaan eksternal untuk pertama kalinya. Perusahaan rintisan ini disebut menarik minat investor besar, seperti Alibaba serta lembaga dana investasi milik pemerintah.
Dikutip dari Reuters, Kamis (20/2/2025), langkah ini diambil karena meningkatnya permintaan terhadap layanan DeepSeek, yang telah menjadi pesaing serius di industri AI global. Namun, sejak viral, DeepSeek sering mengalami lonjakan permintaan yang menyebabkan gangguan sistem.
Keterbatasan kapasitas server dan kurangnya chip AI menjadi tantangan utama mereka. Karena itu, DeepSeek mulai mempertimbangkan investor dari luar untuk memperluas infrastruktur dan mengembangkan produk lebih lanjut.
Menurut laporan The Information, DeepSeek telah menerima minat investasi dari beberapa pihak, termasuk China Investment Corp dan National Social Security Fund, dua lembaga investasi terbesar di China. Selain itu, raksasa e-commerce Alibaba juga disebut tertarik untuk berinvestasi.
DeepSeek sendiri diketahui berada di bawah naungan perusahaan investasi China, High-Flyer Capital Management. Saat ini, manajemen DeepSeek disebut tengah mempertimbangkan perubahan strategi bisnis, yaitu beralih dari sekadar riset AI menjadi perusahaan yang berorientasi pada keuntungan.
Baca Juga
Apple Minat Gandeng DeepSeek untuk Dongkrak Penjualan di China
Perang Dagang AS-China Memanas
Langkah ini dinilai mirip dengan strategi yang dilakukan OpenAI. Sebelumnya, OpenAI juga dikabarkan sedang merencanakan perubahan struktur bisnisnya agar bisa lebih fleksibel dalam menarik investasi baru.
Sementara itu, pemerintah China semakin aktif mendukung perkembangan teknologi AI dalam negeri. Baru-baru ini, Presiden Xi Jinping telah bertemu dengan petinggi perusahaan teknologi, seperti Jack Ma dan Liang Wenfeng untuk membahas strategi penguatan sektor teknologi di Negeri Tirai Bambu.
Jika DeepSeek berhasil mendapatkan investasi besar, mereka bisa menjadi pesaing utama perusahaan AI dari AS seperti OpenAI dan Google DeepMind. Teknologi AI dengan harga lebih terjangkau bisa membuka peluang bagi banyak perusahaan di dunia, termasuk di Indonesia. (C-13)
Baca Juga
Panas! China Kecam Australia atas Larangan Aplikasi AI DeepSeek

