Usai Cuan US$ 6,71 Miliar di 2024, Alibaba Umumkan Investasi Jumbo di AI
HONGKONG, investortrust.id - Alibaba Group Holding bakal agresif berinvestasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) infrastruktur komputasi awan selama tiga tahun ke depan. Hal ini dilakukan setelah kinerja keuangan perseroan tahun lalu melampaui target. Perusahaan asal China investasi ini menyiapkan investasi berkisar US$ 53 miliar untuk tiga tahun ke depan.
Berdasarkan laporan kinerja keuangan perseroan hingga Desember 2024, Alibaba membukukan pendapatan sebesar 280,2 miliar yuan (US$ 38,38 miliar), naik 8% dibanding tahun sebelumnya. Laba bersih juga melonjak menjadi 48,9 miliar yuan ($ 6,71 miliar) atau melampaui target analis. Lompatan ini membuat saham Alibaba melesat 12%.
CEO Alibaba Eddie Wu menyatakan bahwa perusahaan berencana untuk berinvestasi besar-besaran dalam AI dan infrastruktur komputasi awan selama tiga tahun ke depan. "Nilai investasi akan melampaui apa yang telah kami investasikan selama satu dekade terakhir," ujar Wu dikutip dari APNews, Senin (24/2/2025).
Baca Juga
DeepSeek Cari Pendanaan Baru dari Alibaba dan Lembaga Dana Investasi China
Strategi AI Alibaba berfokus pada pengembangan Artificial General Intelligence (AGI), yaitu AI yang mampu menandingi atau bahkan melampaui kecerdasan manusia serta dapat belajar sendiri. Wu menyebut peluang transformasi industri ini sebagai sesuatu yang hanya terjadi sekali setiap beberapa dekade dan menegaskan bahwa AGI adalah tujuan utama Alibaba.
Persaingan AI antara China dan AS semakin ketat. Startup AI China, DeepSeek, baru-baru ini menarik perhatian setelah model AI-nya mampu menyaingi perusahaan-perusahaan terkemuka AS meskipun menggunakan perangkat keras yang lebih murah.
Sebagai salah satu pemain utama di industri teknologi China, Alibaba terus mengembangkan model AI Qwen, yang sebelumnya sukses menunjukkan hasil mengesankan dalam uji benchmark. Ini menempatkan Alibaba di antara pemimpin industri AI di China.
Alibaba juga bekerja sama dengan Apple untuk mengintegrasikan teknologi AI mereka ke dalam iPhone di China. Selain itu, AI Alibaba telah diterapkan dalam layanan cloud mereka, mendorong pertumbuhan unit bisnis cloud sebesar 13%.
Baca Juga
Perkuat Ekosistem AI, Alibaba Cloud Tawarkan Solusi Canggih untuk Pasar Indonesia
Unit bisnis perdagangan internasional Alibaba, yang mencakup AliExpress dan Lazada, juga mencatat pertumbuhan pendapatan 32% berkat performa kuat dari bisnis lintas batas mereka.
Sebelumnya, Alibaba sempat mengalami tekanan akibat regulasi ketat pemerintah China sejak 2020. Namun, pemerintah Negeri Tirai Bambu kini tampaknya lebih mendukung industri teknologi dalam upaya meningkatkan kemandirian teknologi di tengah ketegangan dengan AS.
Sentimen positif terhadap industri teknologi China semakin meningkat setelah Presiden Xi Jinping bertemu dengan beberapa pengusaha, termasuk pendiri Alibaba, Jack Ma. Saham Alibaba kini telah naik lebih dari 60% sejak awal tahun ini. (C-13)

