TikTok Akhirnya 'Comeback' di AS Setelah Penundaan Larangan oleh Trump
WASHINGTON, investortruts.id - TikTok akhirnya kembali tersedia dalam layanan App Store Apple dan Google di Amerika Serikat (AS) pada Kamis (13/2/2025), setelah Presiden Donald Trump menunda larangan terhadap aplikasi yang berbasis dari China tersebut. Trump juga meyakinkan perusahaan teknologi bahwa mereka tidak akan dikenakan sanksi karena kembali mempertahankan TikTok di platform mereka.
TikTok diketahui sempat menghilang dari App Store dan Google Play Store, jelang diberlakukannya regulasi pada 19 Januari. Regulasi tersebut mewajibkan ByteDance, pemilik TikTok, untuk menjual aplikasi tersebut dengan alasan keamanan nasional atau menghadapi larangan penuh.
Sehari setelah beleid itu berlaku, Trump menandatangani perintah eksekutif yang menunda penegakan larangan TikTok selama 75 hari. Langkah ini memungkinkan aplikasi tetap beroperasi di AS untuk sementara waktu.
Meskipun TikTok terus berfungsi setelah adanya kepastian dari Trump, Google dan Apple tetap menahan aplikasi tersebut dari toko aplikasi mereka. Namun, pada hari Kamis kemarin, TikTok mengumumkan bahwa versi terbaru aplikasinya kini telah tersedia untuk diunduh.
Baca Juga
Dikutip dari Reuters, Jumat (14/2/2025), para analis memperkirakan bahwa keterlambatan pengembalian TikTok ke toko aplikasi mungkin disebabkan oleh Google dan Apple yang menunggu kepastian hukum. Namun usai Trump menegaskan bahwa perusahaan yang mengelola toko aplikasi atau pasar digital tidak akan dikenakan sanksi atas keberadaan TikTok di platform mereka.
Menurut firma riset pasar Sensor Tower, TikTok diunduh lebih dari 52 juta kali di AS sepanjang 2024. Dari total unduhan tersebut, 52% berasal dari Apple App Store, sementara 48% berasal dari Google Play.
Undang-undang yang mewajibkan ByteDance menjual aset TikTok di AS atau menghadapi larangan total pertama kali ditandatangani oleh Presiden Joe Biden pada April tahun lalu. Undang-undang ini muncul akibat kekhawatiran keamanan nasional dan potensi pengawasan oleh pemerintah China melalui aplikasi berbagi video tersebut.
AS belum pernah melarang platform media sosial besar sebelumnya. Namun, undang-undang yang disahkan tahun lalu memberi pemerintah wewenang luas untuk melarang atau memaksa penjualan aplikasi milik China lainnya.
Trump menyatakan bahwa tenggat waktu 75 hari yang ditetapkannya untuk TikTok bisa diperpanjang. Situasi ini menarik minat beberapa calon pembeli, termasuk mantan pemilik Los Angeles Dodgers, Frank McCourt, yang tertarik untuk mengakuisisi aplikasi yang diperkirakan bernilai hingga US$ 50 miliar.
Trump juga mengungkapkan bahwa dia sedang berdiskusi dengan beberapa pihak terkait potensi akuisisi TikTok dan kemungkinan akan mengambil keputusan tentang masa depan aplikasi tersebut pada akhir Februari. (C-13)

