Dikabarkan Mau Beli TikTok, Elon Musk Buka Suara
SAN FRANCISCO, investortrust.id - Elon Musk santer dikabarkan akan menjadi salah satu calon pembeli TikTok di Amerika Serikat (AS). Akan tetapi sang miliarder kini buka suara, mengatakan bahwa dirinya tidak tertarik sama sekali untuk membeli TikTok yang dimiliki oleh perusahaan asal China, ByteDance.
Pernyataan Musk dipublikasikan oleh perusahaan Jerman, The WELT Group, yang menyatakan bahwa dirinya tidak menggunakan TikTok dan tidak familiar dengan format yang ditawarkan.
"Saya tidak memiliki rencana apapun jika saya membeli TikTok," ungkap Musk dikutip dari Reuters, Minggu (9/2/2025).
Bos X dan Tesla itu juga menambahkan bahwa lebih senang mengakuisisi perusahaan dari nol dibandingkan membeli bisnis yang sudah ada. "Saya kurang suka untuk mengakuisisi TikTok, saya tidak mengakuisisi perusahaan secara umum, itu cukup langka," sambungnya.
Baca Juga
Upaya TikTok Bertahan di AS, Unduh Langsung dari Situs Resmi
Sementara itu, pemerintah AS terus menekan ByteDance untuk menjual aset TikTok di Negeri Paman Sam dengan batas waktu hingga Januari. Jika tidak, aplikasi tersebut berisiko diblokir karena kekhawatiran terkait keamanan nasional. Legislator AS khawatir data pengguna Amerika dapat diakses oleh pemerintah China, meskipun TikTok berulang kali membantah tuduhan tersebut.
Hingga kini, Apple dan Google masih belum mengembalikan TikTok ke toko aplikasi mereka sejak undang-undang AS terkait aplikasi itu mulai berlaku. Sebagai alternatif, TikTok memungkinkan pengguna Android di AS mengunduh aplikasi langsung dari situs resminya melalui paket instalasi khusus untuk menghindari pembatasan.
Baca Juga
TikTok Invests $3.8 billion in Thailand Data Center—Is Indonesia Next?
Presiden Trump juga mengungkapkan bahwa ia sedang berdiskusi dengan beberapa pihak mengenai kemungkinan pembelian TikTok dan akan mengambil keputusan dalam waktu dekat. TikTok sendiri memiliki sekitar 170 juta pengguna di AS.
Lebih lanjut, Trump telah menandatangani perintah eksekutif untuk membentuk dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) yang berpotensi digunakan untuk membeli TikTok.
Sikap Trump terhadap TikTok juga mengalami perubahan signifikan dari masa jabatan pertamanya, di mana ia sempat berusaha melarang TikTok. Namun, belakangan ia membela TikTok, lantaran platform tersebut membantunya meraih suara pemilih muda dalam pemilu 2024. (C-13)

