Pasar Global Terguncang Tarif Trump, Bursa Eropa Ikut Terseret
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa melemah pada Senin (03/02/2025) setelah Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif perdagangan pada beberapa negara dan mengancam akan melakukan hal yang sama terhadap Uni Eropa dan Inggris.
Baca Juga
‘Perang Dagang’ dengan 3 Negara, Trump : Warga AS Mungkin Mengalami 'Rasa Sakit' dalam Jangka Pendek
Dikutip dari CNBC, indeks pan-Eropa Stoxx 600 menutup sesi turun 0,93%, setelah sempat pulih dari penurunan 1,6% sebelumnya.
Indeks Stoxx 600 sektor otomotif juga memangkas kerugian dan ditutup turun 2,4%, setelah Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengatakan bahwa AS telah setuju untuk menunda penerapan tarif Trump selama satu bulan. Saham Volkswagen ditutup turun 4,1% pada hari itu.
Pasar di kawasan ini bereaksi negatif terhadap keputusan Trump pada akhir pekan untuk menerapkan tarif 25% pada impor dari Meksiko dan Kanada serta bea masuk 10% untuk barang dari China. Kanada telah membalas dengan sanksi terhadap impor AS, sementara Meksiko mengancam akan melakukan hal yang sama.
Ketika ditanya pada hari Minggu tentang kemungkinan tarif pada barang dari Inggris dan Uni Eropa, Trump mengatakan kepada BBC bahwa kedua pihak tersebut “bertindak tidak adil” tetapi menyebut Uni Eropa lebih buruk. Ia mengatakan bahwa kesepakatan dapat “dicapai” dengan Inggris, negara yang memiliki hubungan perdagangan lebih seimbang dengan AS, tetapi tetap bersikeras bahwa tarif terhadap Uni Eropa “pasti akan terjadi.”
Trump menggambarkan defisit perdagangan AS dengan Uni Eropa sebagai “kekejian,” mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa blok tersebut “benar-benar mengambil keuntungan” dari Amerika Serikat. Seorang juru bicara Uni Eropa mengatakan bahwa blok tersebut akan “merespons dengan tegas” terhadap setiap tarif baru AS atas barang-barangnya.
Baca Juga
Kritik Hubungan Dagang dengan Uni Eropa, Trump: AS Mendapat Perlakuan Tidak Adil
Pasar Asia-Pasifik melemah setelah kebijakan tarif Trump, sementara kontrak berjangka saham AS merosot pada Minggu malam ketika investor mempertimbangkan tarif baru AS dan dampaknya terhadap ekonomi serta keuntungan perusahaan.

