‘Perang Dagang’ dengan 3 Negara, Trump : Warga AS Mungkin Mengalami 'Rasa Sakit' dalam Jangka Pendek
WASHINGTON, investortrust.id – Presiden Donald Trump mengakui tarif besar-besaran yang telah ia berlakukan terhadap Meksiko, Kanada, dan China mungkin menyebabkan "rasa sakit jangka pendek" bagi warga AS. Hal ini seiring dengan kekhawatiran pasar global bahwa kebijakan tersebut dapat melemahkan pertumbuhan dan memicu kembali inflasi.
Baca Juga
Gedung Putih Tegaskan Tarif Agresif terhadap Kanada, Meksiko, dan China Mulai Berlaku 1 Februari
Trump mengatakan bahwa ia akan berbicara dengan para pemimpin Kanada dan Meksiko, yang telah mengumumkan tarif balasan mereka sendiri, tetapi ia meremehkan kemungkinan perubahan kebijakan.
"Saya tidak mengharapkan sesuatu yang dramatis," kata Trump kepada wartawan saat kembali ke Washington dari kediamannya di Mar-a-Lago, Florida, seperti dikutip Reuters. "Mereka berutang banyak uang kepada kita, dan saya yakin mereka akan membayarnya."
Ia juga mengatakan bahwa tarif terhadap Uni Eropa “pasti akan terjadi," tetapi tidak memberikan jadwalnya.
Para ekonom mengatakan bahwa rencana presiden dari Partai Republik itu untuk menerapkan tarif 25% pada Kanada dan Meksiko serta tarif 10% pada China, tiga mitra dagang terbesar AS, akan memperlambat pertumbuhan global dan meningkatkan harga bagi warga AS.
Trump berpendapat bahwa tarif tersebut diperlukan untuk membatasi imigrasi, perdagangan narkotika, dan mendorong industri domestik. "Kita mungkin mengalami sedikit rasa sakit dalam jangka pendek, dan orang-orang memahami itu. Tetapi dalam jangka panjang, Amerika Serikat telah dieksploitasi oleh hampir setiap negara di dunia," katanya.
Dampak Pasar
Reaksi pasar keuangan pada Senin mencerminkan kekhawatiran terhadap dampak perang dagang. Kontrak berjangka saham AS turun lebih dari 2%. Saham di Asia, termasuk Hong Kong, Tokyo, dan Seoul, juga anjlok sekitar 2%.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Anjlok Setelah Kebijakan Tarif Trump, Dow Futures Jeblok 450 Poin
Mata uang yuan China, dolar Kanada, dan peso Meksiko semuanya melemah terhadap dolar AS yang menguat. Dengan Kanada dan Meksiko sebagai sumber utama impor minyak mentah AS, harga minyak AS melonjak lebih dari $1 per barel, sementara harga bensin berjangka naik 3%.
Perusahaan-perusahaan di Amerika Utara bersiap menghadapi tarif baru yang dapat mengganggu industri otomotif, barang konsumsi, dan energi. Tarif Trump akan mencakup hampir setengah dari seluruh impor AS dan memerlukan peningkatan lebih dari dua kali lipat produksi manufaktur AS—sesuatu yang sulit tercapai dalam waktu dekat, menurut analis ING.
"Secara ekonomi, meningkatnya ketegangan perdagangan adalah situasi kalah-kalah bagi semua negara yang terlibat," tulis para analis dalam sebuah catatan pada Minggu.
Beberapa analis juga memperingatkan bahwa tarif ini dapat mendorong Kanada dan Meksiko ke dalam resesi serta menyebabkan "stagflasi" di AS, kombinasi inflasi tinggi, pertumbuhan ekonomi yang stagnan, dan pengangguran yang meningkat.
Tanggapan Global
Tarif Trump, yang dirinci dalam tiga perintah eksekutif, dijadwalkan mulai berlaku pada Selasa pukul 12:01 ET (05:01 GMT).
Beberapa analis melihat kemungkinan negosiasi, terutama dengan Kanada dan China. Ekonom Goldman Sachs mengatakan bahwa tarif ini kemungkinan bersifat sementara, tetapi prospeknya tidak jelas karena Gedung Putih menetapkan syarat yang sangat umum untuk pencabutannya.
Fakta yang dirilis Gedung Putih tidak memberikan rincian tentang langkah-langkah yang harus diambil oleh ketiga negara untuk mendapatkan pembebasan tarif. Trump bersumpah untuk mempertahankan tarif ini hingga yang ia sebut sebagai keadaan darurat nasional atas fentanyl, opioid mematikan, dan imigrasi ilegal ke AS berakhir.
China mengatakan akan menantang tarif tersebut di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) dan mengambil langkah balasan lainnya, tetapi tetap membuka peluang untuk berdialog dengan AS.
Tanggapan terkeras dari China terutama terkait fentanyl. "Fentanyl adalah masalah Amerika," sebut Kementerian Luar Negeri China, menambahkan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah luas untuk memerangi masalah tersebut.
Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengangkat tinjunya dalam sebuah pidato di luar ibu kota, bersumpah untuk bertahan. Ia menuduh AS gagal menangani masalah fentanyl dan mengatakan bahwa tarif tidak akan menyelesaikannya. Sheinbaum mengatakan ia akan memberikan rincian lebih lanjut pada Senin mengenai tarif balasan yang telah ia perintahkan selama akhir pekan.
Kanada menyatakan pada Minggu bahwa mereka akan mengambil tindakan hukum di bawah badan internasional terkait untuk menantang tarif tersebut.
Baca Juga
Balas Tarif Trump, Kanada Mulai ‘Bersihkan’ Alkohol AS dari Toko
Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, juga mendorong warga Kanada untuk memboikot AS setelah ia memerintahkan tarif balasan terhadap barang-barang AS senilai $155 miliar, termasuk selai kacang, bir, anggur, kayu, dan peralatan rumah tangga.
Para pejabat Kanada mengatakan bahwa mereka sedang mempersiapkan langkah-langkah untuk membantu bisnis yang mungkin terkena dampak perang dagang ini.
Trump mengecam Kanada secara khusus, dengan menyarankan bahwa negara itu sebaiknya menjadi negara bagian ke-51 AS. Pada Minggu, ia mengatakan bahwa Kanada "tidak lagi layak sebagai negara" tanpa "subsidi besar-besaran" yang diberikan AS.

