Banyak Pemimpin Dunia Absen dalam WEF 2025, Trump akan Pidato Virtual
LONDON, investortrust.id - Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum), ajang tahunan yang menghadirkan tokoh-tokoh besar dunia, kembali digelar di Davos, Swiss.
Sejumlah kepala negara, politisi, dan tokoh bisnis diperkirakan akan menghadiri acara empat hari di resor Alpen tersebut. Namun, yang cukup menarik perhatian kali ini, banyak pemimpin dunia memutuskan untuk melewatkan forum ini.
Baca Juga
WEF: Pelaku Usaha Dibayangi Kekhawatiran dan Kewaspadaan pada 2025
Donald Trump, yang akan dilantik sebagai presiden AS pada Senin (20/1/2025), dijadwalkan untuk menyampaikan pidato melalui tautan video langsung pada Kamis. Sedangkan, beberapa pemimpin utama sepenuhnya absen dari acara tersebut.
Di antara mereka absen adalah Perdana Menteri India Narendra Modi, Presiden Cina Xi Jinping, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer.
Dari negara-negara anggota Group of Seven (G7), yang mencakup AS, ekonomi terbesar di Eropa, Kanada, dan Jepang, hanya Kanselir Jerman Olaf Scholz, yang hadir secara langsung di pertemuan tersebut.
WEF menyatakan bahwa acara tahun ini, forum tahunan ke-55, yang berlangsung dari Senin hingga Kamis, akan mengumpulkan hampir 3.000 pemimpin dari lebih dari 130 negara. Pertemuan ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk dialog di era yang semakin tidak pasti. Disebutkan bahwa 350 pemimpin pemerintah, termasuk 60 kepala negara dan pemerintahan, akan hadir di Davos-Klosters untuk membahas tantangan utama dan merumuskan peluang baru.
Baca Juga
Anin dan para Pengurus Kadin Indonesia Hadiri Pertemuan Tahunan WEF di Davos, Ini Misinya
Tema acara tahun ini adalah “Kolaborasi untuk Era Cerdas,” dengan agenda yang berfokus pada lima area utama: membayangkan kembali pertumbuhan, industri di era cerdas, investasi pada manusia, perlindungan lingkungan, dan membangun kembali kepercayaan.
Ketidakhadiran Pemimpin Dunia
Tidak semua pemimpin dunia akan hadir untuk membahas isu-isu tersebut.
“Pemimpin Brasil, China, dan India, yang memberikan pidato utama sepuluh tahun lalu, sekarang tidak hadir. Rusia sudah beberapa tahun tidak diundang. Keir Starmer tidak akan hadir. Macron tidak akan hadir,” kata Jan Aart Scholte, profesor di Leiden University, kepada CNBC pada Kamis.
“Perdana menteri Spanyol akan hadir, dan ada beberapa lainnya, tetapi secara umum, kepala negara atau pemerintahan yang hadir bukanlah pemain besar. Jika Anda melihat daftar G20, mungkin hanya sebagian kecil yang hadir,” tambahnya.
Upaya Kolektif
Seringkali tidak ada alasan resmi atas ketidakhadiran dalam WEF, tetapi masalah domestik yang mendesak — mulai dari perlambatan pertumbuhan ekonomi hingga krisis politik — diketahui membuat kepala pemerintahan memilih tidak berangkat.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada juga ambivalensi terhadap acara yang dianggap elitis dan tidak menyentuh realitas. Forum ini telah berulang kali menegaskan bahwa mereka menyediakan ruang bagi para pemangku kepentingan dari berbagai sektor untuk menemukan kesamaan dan meraih peluang perubahan positif pada isu-isu global besar.
Baca Juga
WEF Prediksi Profesi Ini Bakal Terancam Digantikan AI di 2030
Siapa yang Hadir?
Beberapa nama besar tetap akan hadir, seperti Wakil Perdana Menteri Cina Ding Xuexiang, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, Perdana Menteri Argentina Javier Milei, dan Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa. Kepala Komisi Eropa Ursula von der Leyen juga akan hadir, bersama para pemimpin organisasi global seperti IMF, PBB, WHO, dan WTO.
Meskipun ada kritik terhadap globalisasi dan perubahan dinamika global, WEF masih menjadi daya tarik bagi banyak pemimpin bisnis dan politik. “Ide bahwa WEF tidak lagi menjadi magnet, atau tidak lagi memiliki pengaruh tertentu dalam tata kelola ekonomi dunia, itu salah,” Scholte berdalih.

