Anin dan para Pengurus Kadin Indonesia Hadiri Pertemuan Tahunan WEF di Davos, Ini Misinya
JAKARTA, investortrust.id – Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie dan sejumlah pengurus Kadin lainnya akan menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss pada 20-24 Januari 2025. Misi Kadin di Davos adalah membawa investasi masuk ke Indonesia.
“Di WEF, Kadin sudah berpartisipasi lebih dari 10 tahun. Indonesia itu open for business. Jadi, kita terbuka sekali untuk investasi dan akan melakukan apa pun untuk mempermudah iklim investasi," tutur Anindya Bakrie kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Berdasarkan situs resmi WEF, pertemuan tahunan WEF 2025 di Davos bakal dihadiri sekitar 3.000 pemimpin dari sedikitnya 130 negara yang akan membahas isu-isu ekonomi global dan peluang kerja sama. Perhelatan bertajuk Collaboration for the Intelligent Age itu berlangsung pada 20-24 Januari 2025.
Baca Juga
WEF: Pelaku Usaha Dibayangi Kekhawatiran dan Kewaspadaan pada 2025
Para peserta berasal dari berbagai kalangan, yaitu pemimpin pemerintahan (350 orang, termasuk 60 kepala negara), pemimpin bisnis (1.600 orang), serta perwakilan masyarakat sipil dan akademisi (170 orang).
Dari kalangan pemimpin pemerintahan di antaranya Presiden AS Donald Trump yang akan berpartisipasi secara virtual, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, dan Wakil Perdana Menteri China Ding Xuexiang.
Adapun dari kalangan pemimpin bisnis bakal hadir sekitar 900 chief executive officer (CEO) terkemuka dari berbagai industri dan negara.
Sementara itu, dari perwakilan masyarakat sipil dan akademisi akan hadir serikat pekerja, organisasi nonpemerintah, komunitas religius dan adat, serta pakar dan kepala universitas, lembaga penelitian, dan think tank terkemuka dunia. Mereka akan berpartisipasi dalam diskusi mengenai tantangan global dan solusi inovatif.
Pertemuan WEF 2025, menurut situs resmi WEF, akan fokus pada lima prioritas tematik yang saling terkait, yaitu:
1. Membangun Kembali Kepercayaan: Mencari cara bagi para pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam menemukan solusi baik secara internasional maupun dalam masyarakat.
2. Mereimajinasikan Pertumbuhan: Mengidentifikasi sumber pertumbuhan baru dalam ekonomi global yang baru.
3. Berinvestasi pada Manusia: Mendorong sektor publik dan swasta untuk berinvestasi dalam pengembangan modal manusia dan pekerjaan yang berkontribusi pada pembangunan masyarakat modern dan tangguh.
4. Melindungi Planet: Mengkatalisasi aksi energi, iklim, dan alam melalui kemitraan inovatif, peningkatan pembiayaan, dan penerapan teknologi mutakhir.
5. Industri di Era Cerdas: Membantu pemimpin bisnis menyeimbangkan antara tujuan jangka pendek dan keharusan jangka panjang dalam transformasi industri mereka.
Kostum The Golden Voyagers rancangan Thomas Jolly yang digunakan pada penutupan Olimpiade Paris 2024 dipamerkan pada venue World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Sabtu (18/1/2025). Foto: WEF/Thibaut Bouvier
Baca Juga
WEF Prediksi Profesi Ini Bakal Terancam Digantikan AI di 2030
Pertemuan ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dan mengembangkan solusi komprehensif yang mempromosikan ketahanan dan kemakmuran bagi manusia dan planet.
Undangan Pemerintah India
Anindya Bakrie mengungkapkan, dari Davos, pihaknya akan memenuhi undangan pemerintah India untuk ikut merayakan Republic Day of India pada 26 Januari 2025.
“Bapak Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri undangan PM India untuk menghadiri Republic Day of India. Kami akan menyertai kunjungan beliau,” kata Anindya.
Baca Juga
RI Bisa Dorong Kebijakan Global yang Relevan pada Kepentingan Nasional di WEF
Di India, menurut Anin, para pengurus Kadin Pusat dan 35 Ketua Kadin Daerah bakal menggelar pertemuan bisnis dengan para pengusaha India yang tergabung dalam The Confederation of Indian Industry (CII) hingga akhir Januari 2025.
Ketum Kadin Anindya mengungkapkan, dalam pertemuan dengan para pengusaha India, para pengurus Kadin Indonesia akan fokus ke sejumlah industri, di antaranya industri pertahanan, pertanian, kesehatan, pendidikan, energi, dan pertahanan.
“Selain itu, kami akan melakukan beberapa site visit, di antaranya rumah sakit, pabrik susu, dan pabrik otomotif. Kami juga akan ke Taj Mahal untuk melihat sektor pariwisatanya,” papar dia.

