Trump Dilantik 20 Januari, Ini Milyuner dan Bos ‘Big Tech’ yang Akan Hadir
JAKARTA, investortrust.id – Donald Trump akan dilantik sebagai Presiden ke-47 Amerika Serikat (AS) pada Senin (20/1/2025). Selain menandai kembalinya Trump ke Gedung Putih, dia juga akan menjadi presiden kedua yang menjabat sebagai Presiden AS secara tidak berturut-turut setelah Grover Cleveland.
Baca Juga
Pelantikan Presiden AS Januari 2025, Biden Janjikan Transisi Kekuasaan yang Mulus
Pelantikan Donald Trump merupakan acara pengukuhan yang ke-60. Acara pelantikan nantinya meliputi upacara pengesahan, pertunjukan musik, parade, dan pesta dansa. Orang-orang penting akan hadir dalam pelantikan, termasuk presiden dan mantan presiden AS, pemimpin dari berbagai negara, pemimpin politik, pengusaha, dan orang-orang berpengaruh.
Sejumlah milyuner dijadwalkan bakal hadir. Begitu juga beberapa CEO perusahaan teknologi besar.
Yang terutama, tentunya Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX. Orang paling tajir sedunia ini memang sangat dekat dengan Presiden terpilih Donald Trump. Dilaporkan Forbes, kekayaan bersih Elon Musk mencapai $423 miliar atau sekitar Rp 6.928 triliun (hampir Rp 7 kuadriliun). Angka ini dihitung dengan kurs Rp 16.380 per dolar AS.
Baca Juga
Elon Musk dijadwalkan akan hadir dan diperkirakan duduk di dekat Trump saat pelantikan.
Musk telah diberikan posisi di pemerintahan Trump, yakni Departemen Efisiensi Pemerintah, atau DOGE, sebuah badan non-pemerintah yang akan memberikan rekomendasi kepada Trump dan Kongres untuk memangkas pengeluaran federal.
CEO Meta Mark Zuckerberg dan pendiri Amazon Jeff Bezos akan menghadiri upacara pelantikan dan duduk bersama di platform bersama kabinet Trump, dilaporkan NBC News. Kekayaan bersih Mark Zuckerberg sekitar $205 miliar atau Rp 3.357 triliun, sedangkan kekayaan Jeff Bezos sekitar $232 miliar atau Rp 3.800 triliun.
Amazon adalah salah satu perusahaan publik besar pertama yang diketahui menyumbang untuk pelantikan Trump. Amazon menyumbangkan US$1 juta dan merencanakan sumbangan terpisah sebesar US$1 juta dalam bentuk barang dengan menyiarkan acara tersebut di Amazon Video.
Bezos sepertinya ingin menebus kesalahannya, yang sering berselisih dengan Trump selama masa jabatan pertamanya.
Bulan lalu, Bezos bertemu dengan Trump untuk makan malam di klub Mar-a-Lago miliknya di Palm Beach, Florida, bersama dengan Musk.
Mark Zuckerberg juga berusaha mendekatkan diri dengan pemerintahan berikutnya. Selain menyumbang untuk dana peresmian, Meta telah menambahkan Dana White, CEO Ultimate Fighting Championship (EDR) dan sekutu Trump, ke dalam jajaran direksinya. Meta juga menghapus fitur cek fakta di platform media sosialnya untuk mendukung pemerintahan Trump.
Zuckerberg dilaporkan akan menjadi tuan rumah bersama pada resepsi resmi pada Senin malam bersama miliarder sekutu Trump, Miriam Adelson (kekayaan $32,1 miliar), seorang megadonor Partai Republik dan janda raja kasino Sheldon Adelson.
CEO OpenAI Sam Altman (kekayaan $1,1 miliar) juga dilaporkan berencana untuk menghadiri pengambilan sumpah.
Masuk juga dalam daftar, Tilman Fertitta (kekayaan $10,2 miliar), pemilik Houston Rockets dan pilihan Trump untuk duta besar AS di Italia, dan salah satu pemilik Chicago Cubs, Todd Ricketts, putra milyuner Joe Ricketts (kekayaan $4 miliar).
CEO Uber Dara Khosrowshahi akan menghadiri beberapa perayaan di sekitarnya, menurut Bloomberg, yang melaporkan bahwa Uber berencana mengadakan pesta pelantikan bersama Musk's X dan The Free Press.
CEO Google Sundar Pichai diperkirakan akan bergabung dalam deretan para pemimpin teknologi yang akan menghadiri pelantikan Trump, seperti dilaporkan Business Insider. Berita ini muncul tidak lama setelah perusahaannya menyumbang US$1 juta untuk dana pelantikan dan mengatakan bahwa mereka akan menyiarkan langsung acara tersebut di YouTube dengan tautan langsung yang ditampilkan di beranda platform berbagi video tersebut.
Dalam acara DealBook Summit di The New York Times bulan lalu, Pichai mengatakan bahwa ia berharap Trump dapat membantu membangun infrastruktur untuk kecerdasan buatan.
Hal ini kemungkinan akan membuat Google, dan perusahaan-perusahaan AI lainnya, bekerja sama dengan David Sacks, pemodal ventura yang dijuluki Trump sebagai "crypto and AI czar," dan Mantan eksekutif Microsoft Sriram Krishnan, yang akan menjadi penasihat senior Trump di bidang AI.
CEO TikTok
CEO TikTok Shou Zi Chew akan menghadiri pelantikan Trump pada hari Senin, seperti dilaporkan The New York Times. Pelantikan Trump ini bertepatan sehari setelah TikTok kemungkinan besar akan dilarang di Amerika Serikat.
Chew diundang untuk duduk di posisi kehormatan di podium, bersama para tamu penting termasuk Zuckerberg, Bezos, dan Musk.
Ini adalah sebuah langkah yang menunjukkan perubahan pandangan Trump terhadap TikTok. Selain itu, juga ada hubungan dengan rencananya untuk menyelamatkan aplikasi TikTok agar tidak ditendang dari AS.
Baca Juga
Perusahaan China ByteDance, yang telah menyatakan keengganannya untuk menjual TikTok, diberi waktu hingga 19 Januari untuk menemukan pembeli atau menghadapi larangan, yang akan membuat aplikasi ini tidak dapat diunduh di AS dan memblokir penyedia layanan internet AS.
Mahkamah Agung memperdebatkan apakah akan memblokir larangan tersebut. Trump telah meminta Mahkamah Agung untuk menunda penerapan larangan. Menunggu Trump mulai menjabat, sehingga ia dapat memeriksa kasus ini dengan saksama.
Pada Desember, Trump mengatakan bahwa dirinya memiliki "tempat yang hangat" di hatinya untuk TikTok, yang ia puji karena telah memberikan dukungan dari para pemilih yang lebih muda. Dia juga bertemu dengan Chew bulan lalu di klub Mar-a-Lago miliknya.
CEO Apple Tim Cook juga berencana untuk menghadiri pelantikan Trump. Menurut Axios, ia menyumbangkan sekitar US$1 juta kepada komite pelantikan Trump tahun 2025.
Cook adalah salah satu dari sedikit CEO teknologi yang belum pernah berselisih dengan Trump. Selama masa pemerintahan Trump yang pertama, Cook sering menelepon presiden saat itu, duduk di Dewan Penasihat Kebijakan Tenaga Kerja, dan menjamu Trump di kampus Apple di Austin, Texas. Pada 2019, Cook berhasil meyakinkan Trump agar Apple mendapat pengecualian dari serangkaian tarif yang memengaruhi impor Tiongkok.

