Bursa Asia Tertekan Eskalasi Perang Iran, Indeks Kospi Korsel Ambles Lebih dari 5%
Poin Penting
|
SEOUL, investortrust.id - Pasar Asia-Pasifik melemah pada Selasa (3/3/2026), seiring konflik di Iran yang terus berkecamuk, sehingga menekan sentimen risiko.
Baca Juga
Iran Tutup Selat Hormuz di Tengah Meningkatnya Ketegangan di Timur Tengah, Harga Minyak Meroket
Harga minyak memperpanjang kenaikan setelah Iran dilaporkan menyatakan telah menutup Selat Hormuz, dengan kontrak berjangka minyak mentah AS naik 1,4% ke US$72,23, sementara Brent menguat 1,87% menjadi US$79,2 per barel pada pukul 02.49 GMT Selasa.
Lebih dari 14 juta barel per hari melintasi Selat tersebut rata-rata tahun lalu, setara hampir sepertiga dari total ekspor minyak mentah dunia melalui jalur laut, menurut data Kpler.
Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan anjlok 5,37%, terseret penurunan lebih dari 6% pada Samsung Electronics dan SK Hynix, namun saham-saham sektor pertahanan mencatat lonjakan besar, dengan beberapa saham naik lebih dari 20%.
Kontrak berjangka Kospi-200 turun lebih dari 5%, memicu pembatasan perdagangan sementara yang dikenal sebagai sidecar, yang menghentikan transaksi kontrak berjangka tersebut selama lima menit.
S&P/ASX 200 Australia turun 1,24%, setelah pada Senin menjadi salah satu dari sedikit pasar yang mencatat kenaikan tipis.
Nikkei 225 Jepang memperpanjang kerugian dari sesi sebelumnya dengan turun 2,49%, terbebani saham energi dan konsumer siklikal, sementara Topix melemah 2,47%.
Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,29%, sementara CSI 300 China daratan merosot 0,24%.
Baca Juga
Wall Street Bergejolak Imbas Konflik Iran, tapi Bangkit Berkat Saham Teknologi
Di AS, S&P 500 naik tipis 0,04% setelah pulih pada akhir sesi. Nasdaq Composite menguat 0,36%, bangkit dari penurunan 1,6%. Dow Jones Industrial Average turun 73,14 poin atau 0,15% ke 48.904,78. Pada level terendahnya, Dow sempat merosot hampir 600 poin.

