Pasar Eropa Menguat, tapi Saham Delivery Hero Anjlok Hampir 11%
LONDON, investortrust.id - Pasar saham Eropa secara umum ditutup lebih tinggi pada Senin (2/12/2024). Investor terus menilai prospek ekonomi global dan suku bunga menjelang bulan perdagangan terakhir tahun ini.
Baca Juga
Pasar Eropa di Zona Hijau, Saham Anglo American Melonjak di Atas 5%
Indeks regional Stoxx 600 rebound dari penurunan awal dan berakhir dengan kenaikan 0,54%. Ini terjadi setelah indeks tersebut mencatat kinerja bulanan terkuatnya sejak Agustus.
Indeks CAC 40 Prancis naik tipis 0,02% meskipun perdagangan penuh gejolak, dengan investor memantau ketegangan terkait anggaran negara yang dapat memicu mosi tidak percaya terhadap pemerintah, yang kemungkinan besar akan kalah.
Saham Delivery Hero anjlok 10,56% setelah perusahaan mengumumkan perubahan status pengemudi di Spanyol menjadi karyawan tetap. Saham Stellantis, produsen Jeep, turun sekitar 6,3% saat pasar tutup setelah CEO Carlos Tavares mengumumkan pengunduran dirinya secara langsung pada akhir pekan, mengutip "pandangan yang berbeda" antara dirinya dan dewan direksi. Perusahaan Eropa-Amerika ini sedang berjuang menghadapi penurunan penjualan dan tingginya inventaris di AS.
Data terbaru menunjukkan penurunan aktivitas sektor manufaktur di zona euro dan Inggris, sementara tingkat pengangguran di Uni Eropa tetap stabil pada Oktober.
Ancaman tarif terbaru dari Presiden terpilih AS, Donald Trump, juga menjadi fokus, karena dunia bersiap menghadapi potensi peningkatan ketegangan perdagangan pada tahun 2025.
Baca Juga
Trump Ancam BRICS dengan Tarif 100% Jika Mau Gantikan Dolar AS
“Tidak ada yang benar-benar memiliki informasi yang kami butuhkan untuk mengetahui bagaimana cara berdagang saat kita memasuki tahun depan. Tetapi secara keseluruhan, saya pikir kita sedang menuju kebijakan proteksionisme. Artinya, America First,” kata Richard Kelly, kepala strategi global di TD Securities, kepada CNBC. Senin.
"Dari sisi makro, keyakinan terbesar kami adalah inflasi AS akan lebih tinggi dari yang diperkirakan, dan pertumbuhan global akan lebih rendah dari ekspektasi," tambah Kelly, seraya mencatat bahwa pertanyaan utamanya adalah apakah bank sentral di Eropa akan mempercepat pelonggaran moneter sementara Federal Reserve memperlambatnya.
Pasar Asia-Pasifik diperdagangkan sedikit lebih tinggi saat kawasan tersebut memulai minggu yang penuh data. Akhir pekan lalu, China merilis indeks manajer pembelian resmi untuk November yang mencapai level tertinggi sejak April.
Baca Juga
Aktivitas Manufaktur China November Terus Tumbuh, Tertinggi dalam Lima Bulan
Sementara itu, di AS, S&P 500 dan Nasdaq Composite terus mencetak rekor intraday baru, sementara Dow Jones Industrial Average mengalami penurunan. Saham AS masih menikmati momentum kemenangan setelah November yang didorong oleh reli pascapemilu menyusul kemenangan Donald Trump sebagai presiden terpilih.

