Trump-Harris Bersaing Ketat, Kurs Rupiah Ditutup Semakin Loyo
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah terus tergerus, didorong sentimen pertarungan pemilihan umum (pemilu) presiden di Amerika Serikat. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai tukar rupiah ditutup loyo dalam perdagangan awal pekan, Senin (4/11/2024), ke level Rp 15.751/USD atau melemah 28 poin.
Di pasar spot valas yang dipantau Yahoo Finance, dolar bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang regional termasuk rupiah. Kurs mata uang garuda bergerak melemah terhadap greenback 36 poin (0,23%) ke level Rp 15.750/USD, dari sebelumnya di posisi Rp 15.714/USD.
"Para investor bersiap menghadapi kemungkinan perubahan arah minggu ini bagi ekonomi global, saat AS memilih pemimpin baru. Di Amerika, jajak pendapat terbaru menunjukkan Donald Trump dan Kamala Harris bersaing ketat menjelang pemungutan suara yang ditetapkan pada hari Selasa," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, dalam keterangan di Jakarta, Senin (4/11/2024).
Kemungkinan, lanjut dia, The Fed juga akan memangkas suku bunga lagi. Hal ini akan berimplikasi besar terhadap imbal hasil obligasi.
Selain itu, pasar mengambil beberapa isyarat positif dari pembacaan penggajian nonpertanian AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Jumat. Ini semakin memperkuat taruhan bahwa pasar tenaga kerja yang mendingin akan membawa lebih banyak pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed).
Baca Juga
Bila Harris Menang, Rupiah, IHSG, hingga Obligasi bakal Terangkat
Para ekonom, papar Ibrahim, memperkirakan Federal Reserve AS akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
"Terkait pilpres, fokus khusus diberikan pada tujuh negara bagian medan tempur yang kemungkinan akan menentukan arah pemilihan. Jajak pendapat terkini menunjukkan Harris memiliki basis pendukung perempuan yang kuat, sementara Trump sebagian besar disukai oleh pria kulit putih muda," ujarnya.
Baca Juga

