Inflasi PCE AS Mendekati Target The Fed, Pemangkasan Suku Bunga Makin Terbuka
WASHINGTON, investortrust.id - Inflasi utama AS pada bulan September naik 2,1% yoy (year on year), yang berarti makin mendekati target Federal Reserve sebesar 2%. Hal ini membuat jalan penurunan suku bunga Fed makin terbuka.
Baca Juga
Powell Indikasikan Penurunan Suku Bunga Lebih Lanjut, Kemungkinan 25 Bps
Departemen Perdagangan AS pada Kamis (31/10/2024) melaporkan, indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) September naik 0,2% secara bulanan, dengan tingkat inflasi 12 bulan mencapai 2,1%, sesuai dengan perkiraan Dow Jones.
Selam ini, The Fed menggunakan pembacaan PCE sebagai indikator utama inflasi, meskipun pembuat kebijakan juga memperhatikan berbagai indikator lainnya.
Pejabat Fed menargetkan inflasi pada tingkat tahunan 2%, angka yang belum tercapai sejak Februari 2021. Tingkat inflasi utama pada September turun 0,2 poin persentase dari Agustus.
Meski angka utama menunjukkan bank sentral mendekati sasarannya, tingkat inflasi berada di 2,7% jika tidak memasukkan harga makanan dan energi, setelah indikator inti naik 0,3% secara bulanan. Tingkat tahunan ini 0,1 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan, namun sama dengan bulan Agustus.
Pergerakan inflasi cenderung dipengaruhi oleh harga jasa, yang naik 0,3%, sementara harga barang turun 0,1%, mencatat angka deflasi keempat dalam lima bulan terakhir untuk kategori ini. Harga perumahan melambat, naik 0,3%, sementara harga barang dan jasa energi turun 2%.
Laporan ini dirilis saat pasar berspekulasi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga acuan jangka pendeknya saat rapat pekan depan. Pada September, bank sentral memangkas suku bunga sebesar setengah poin persentase, langkah yang hampir tidak pernah terjadi selama masa ekspansi ekonomi.
Pembuat kebijakan menyatakan keyakinannya bahwa inflasi kembali menuju target, sementara pada saat yang sama menunjukkan kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja. Sebagian besar indikator menunjukkan bahwa perekrutan terus berlangsung dan tingkat pemutusan hubungan kerja rendah.
Laporan terpisah pada Kamis, seperti dilansir CNBC, memperkuat anggapan bahwa perusahaan umumnya mempertahankan pekerjanya. Pengajuan awal untuk tunjangan pengangguran berjumlah 216.000 untuk pekan yang berakhir pada 26 Oktober, turun 12.000 dari level revisi naik periode sebelumnya, menurut Departemen Tenaga Kerja. Lebih rendah dari perkiraan 230.000.
Baca Juga
Wall Street Rebound Setelah Rilis Data Tenaga Kerja AS, Dow Melejit dan Cetak Rekor Baru
Terlepas dari kekhawatiran terhadap inflasi, laporan Departemen Perdagangan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran bertahan selama bulan itu. Pendapatan pribadi meningkat 0,3%, sedikit lebih tinggi dari angka Agustus dan sesuai dengan ekspektasi. Pengeluaran konsumen naik 0,5%, melebihi perkiraan sebesar 0,1 poin persentase. Tingkat tabungan pribadi turun menjadi 4,6%, yang terendah tahun ini.
Dalam data lain yang dirilis pada Kamis, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa indeks biaya tenaga kerja meningkat 0,8% pada kuartal ketiga, 0,1 poin persentase di bawah perkiraan. Dalam basis 12 bulan, indeks yang mengukur upah, gaji, dan tunjangan ini naik 3,9%, dibandingkan dengan kenaikan 2,4% pada indeks harga konsumen.

