Kemlu: Sudah Ada 65 WNI yang Berhasil Dievakuasi dari Lebanon
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyatakan telah mengevakuasi 65 WNI dari Lebanon seiring dengan memburuknya situasi keamanan akibat konflik antara Israel dan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah.
Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha menyebut evakuasi WNI di Lebanon dilakukan dalam lima gelombang. Pada evakuasi gelombang pertama, Kemenlu berhasil mengevakuasi 13 WNI dari Lebanon.
Sebanyak 7 WNI berhasil dievakuasi pada gelombang kedua yang dilakukan pada 18 Agustus 2024. Kemudian untuk gelombang selanjutnya atau gelombang ketiga pada 28 Agustus 2024, Kemenlu berhasil mengevakuasi 5 WNI.
Baca Juga
Biden Isyaratkan tak Setujui Rencana Israel Serang Kilang Minyak Iran
Judha menyebut seluruh WNI yang dievakuasi dari Lebanon pada gelombang pertama hingga ketiga sudah tiba di Tanah Air dengan selamat.
"Alhamdulillah 25 orang tersebut udah tiba di Indonesia dengan selamat," ujarnya dalam konferensi pers yang digelar di Kemenlu, Jakarta Pusat, Jumat (4/10/2024).
Sementara itu, untuk gelombang keempat sebanyak 20 WNI berhasil dievakuasi dari Lebanon. Setelah berkumpul di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut. Lebanon, seluruhnya kemudian melanjutkan perjalanan melalui jalur darat ke KBRI Damaskus, Suriah dan dilanjutkan ke Amman, Yordania.
Pada gelombang kelima 20 WNI dan 1 WNA berhasil dievakuasi dari Lebanon dengan metode yang sama seperti gelombang keempat. Melalui jalur darat menuju Amman dengan transit terlebih dahulu di KBRI Damaskus.
"Saat ini, 20 WNI (dalam gelombang evakuasi keempat) sudah tiba dengan selamat di Amman. Gelombang kelima yang terdiri dari 20 WNI serta 1 warga Lebanon anggota keluarga salah satu WNI selamat tiba di Damaskus dan sedang menuju Amman,” ungkap Judha.
Setelah berhasil tiba di Amman, seluruh WNI yang berhasil dievakuasi dari Lebanon kemudian akan diterbangkan ke Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Lebanon agar segera dilakukan. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/10/2024)
"Kementerian Luar Negeri, Bu Menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan," kata Presiden berdasarkan rekaman suara yang diterima di Jakarta, Rabu (2/10/2024) oleh Antara.
Baca Juga
Terkait dengan perkembangan situasi di Lebanon, pada Jumat (4/10/2024) tentara Israel melakukan serangan yang menargetkan daerah Masnaa di Lebanon timur untuk memutuskan arus jalan lintas batas yang menghubungkan antara Lebanon dan Suriah, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon atau National News Agency (NNA).
Serangan tersebut terjadi setelah Tel Aviv menuding bahwa Hizbullah berupaya menyelundupkan senjata melintasi perbatasan. Perlintasan Masnaa terletak di wilayah Bekaa di Lebanon timur dan kerap dianggap sebagai salah satu titik perlintasan terpenting antara Lebanon dan Suriah.
Sedikitnya 1.947 orang tewas, hampir 9.400 orang terluka, dan 1,2 juta orang lainnya mengungsi akibat memanasnya konflik Israel dan Hizbullah, menurut pihak berwenang Lebanon.

