Kemenlu: Proses Evakuasi WNI di Lebanon Masih Berlangsung
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) menyatakan telah memulai proses evakuasi WNI di Lebanon, seiring dengan peningkatan eskalasi konflik antara Israel dan kelompok milisi Lebanon, Hizbullah.
Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat mengatakan, proses evakuasi WNI di Lebanon sampai dengan saat ini masih berlangsung. Namun demikian, Kemenlu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai proses tersebut dengan alasan keamanan.
“Mengingat proses evakuasi masih berlangsung dan perlu dijaga aspek safety and security (keamanannya) maka terdapat keperluan bahwa detail tentang ini belum bisa disampaikan terbuka,” katanya melalui pesan singkat yang diterima oleh awak media, dikutip Kamis (3/10/2024).
Baca Juga
Netanyahu Ancam Balas Serangan Iran, Pasar Waspadai Bahaya Eskalasi
Seluruh Kedutaan Besar Republik Indoneaia (KBRI) di kawasan Timur Tengah hingga kini juga masih terus melakukan koordinasi dan komunikasi dengan seluruh WNI di wilayahnya masing-masing.
Juru Bicara Kemenlu Rolliansyah Soemirat
Pria yang akrab disapa Roy itu menegaskan bahwa Indonesia sangat mengkhawatirkan perkembangan terbaru yang saat ini terjadi di kawasan Timur Tengah dan mendesak seluruh pihak untuk dapat menahan diri. Indonesia juga sangat khawatir bahwa potensi perang dengan skala yang lebih besar dapat terjadi.
“Indonesia kembali tekankan pentingnya Dewan Keamanan PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) untuk segera melakukan pertemuan khusus guna membahas perkembangan terkini di Timur Tengah dan mengambil keputusan yang dapat segera menurunkan ketegangan di kawasan,” tuturnya.
Baca Juga
Blinken Sebut Serangan ke Israel Tak Bisa Diterima, Ajak Dunia Kutuk Iran
Terpisah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta proses evakuasi warga negara Indonesia yang berada di Lebanon agar segera dilakukan. Hal tersebut disampaikan saat meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/10/2024)
"Kementerian Luar Negeri, Bu Menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan," kata Presiden berdasarkan rekaman suara yang diterima di Jakarta, Rabu (2/10/2024) oleh Antara.
Pada Kamis (3/10/2024) dini hari waktu setempat, Israel kembali melancarkan serangan ke ibu kota Lebanon, Beirut. Serangan yang menewaskan enam orang ini menargetkan lokasi-lokasi strategis di Beirut.
Baca Juga
Eskalasi Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Saham Migas Ini, Bakal Berlanjut?
Melansir Reuters, serangan tersebut menghantam sebuah gedung di kawasan Bachoura, yang berada dekat dengan gedung parlemen. Selain itu, pada Rabu (2/10/2024) tiga rudal Israel juga menghantam wilayah pinggiran selatan Dahiyeh, tempat Hassan Nasrallah pemimpin Hizbullah meninggal dunia pada pekan lalu.
Serangan Israel diketahui telah menewaskan lebih dari 1.000 orang di Lebanon selama dua pekan terakhir,. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, hampir seperempatnya korban serangan tersebut adalah wanita dan anak-anak.

