Biden Isyaratkan tak Setujui Rencana Israel Serang Kilang Minyak Iran
JAKARTA, Investortrust.id - Presiden AS Joe Biden menolak menjawab saat ditanya soal desakannya pada Israel untuk tidak menyerang kilang minyak milik Iran, sebagai bentuk aksi balasan serangan rudal beberapa hari lalu. "Jika badai melanda, harga (minyak) akan naik," kata Biden pada wartawan seperti dikutip Trtworld.com, Jumat (4/10/2024).
Biden tampaknya menganalogikan potensi serangan balasan Israel ke Iran sebagai sebuah serangan badai, yang akan mengganggu stabilias pasokan minyak dunia, dan bisa berujung pada kenaikan harga minyak mentah.
Joe Biden juga mengatakan bahwa dia tidak akan bernegosiasi di depan umum ketika ditanya apakah dia mendesak Israel untuk tidak menyerang fasilitas minyak Iran. “Saya tidak bernegosiasi di depan umum,” kata Biden kepada wartawan pada hari Kamis.
Baca Juga
Serangan Rudal Iran ke Israel Picu Kenaikan Harga Minyak Dunia
Saat didesak apakah Biden dia tidak berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam beberapa hari terakhir, Dia hanya menjawab: "Karena tidak ada tindakan yang dilakukan saat ini."
Seperti diberitakan, Israel telah mempertimbangkan opsi melakukan serangan balasan atas diluncurkannya ratusan rudal balistik oleh Iran pada hari Selasa pekan ini. Teheran sendiri melakukan serangan dengan dalih sebagai pembalasan atas pembunuhan berturut-turut Israel terhadap pejabat Iran, Hamas dan Hizbullah.
Israel baru-baru ini membunuh mantan pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah dan seorang pejabat senior militer Iran dalam serangan di Beirut. Beberapa bulan sebelumnya Iran juga membunuh kepala perunding perdamaian Hamas Ismail Haniyeh di Teheran.
Ismail Haniyeh adalah seorang tokoh politik yang terlibat dalam pembicaraan soal gencatan senjata dalam perang Gaza yang diusulkan Biden. Sementara Nasrallah diberitakan oleh pihak Lebanon, sejatinya telah menyetujui gencatan senjata sebelum dia dibunuh oleh Tel Aviv. Beirut mengatakan pihaknya telah memberi tahu AS dan Prancis tentang sikap Nasrallah setelah pembunuhannya.
Di sisi lain Amerika Serikat lewat sejumlah pejabatnya menyampaikan bahwa AS akan bekerja sama dengan Israel untuk memastikan Iran menghadapi konsekuensi berat atas serangan rudalnya terhadap Israel.
Baca Juga
Imbas Serangan Iran ke Israel, Harga Emas Terdongkrak Lebih dari 1%
Harga minyak telah mengalami kenaikan begitu Joe Biden pada Kamis (3/10/2024) menyampaikan bahwa Washington tengah mendiskusikan serangan terhadap fasilitas kilang minyak milik Iran. Belakangan seorang pejabat di Washington menegaskan bahwa mereka tidak yakin Israel telah memutuskan bagaimana mereka merespons atas serangan Iran ke Tel Aviv.
Sehari setelah serangan oleh Teheran, Biden juga menyampaikan bahwa AS tak mendukung Israel jika serangan balasan dilakukan terhadap instalasi nuklir Iran.
Berikutnya Biden menyebut bahwa dunia bisa mencegah terjadinya perang skala besar di Timur Tengah. “Saya tidak yakin akan terjadi perang skala besar. Saya pikir kita bisa mencegahnya,”ujarnya di Gedung Putih, Kamis seperti dilansir Trtworld.com. “Masih ada banyak hal yang bisa dilakukan, masih banyak,” tuturnya.

