Eskalasi Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Saham Migas Ini, Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham produsen minyak dan gas (migas) hingga emiten infrastruktur migas, seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS), PT Elnusa Tbk (ELSA), dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), melesat setelah berita memanasnya konflik di Timur Tengah. Berita tersebut juga memicu kenaikan harga minyak di pasar global.
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada sesi II intraday, Rabu (2/10/2024), saham MEDC melesat 8,17% menjadi Rp 1.390, saham ENRG menguat 6,31% menjadi Rp 236, WINS menguat 6,17% menjadi Rp 482, dan ELSA menguat 6,99% menjadi Rp 505. Sebaliknya saham PGAS turun 1,03% menjadi Rp 1.435.
Baca Juga
Harga Minyak, Emas, dan CPO Kompak Naik Imbas Konflik Timur Tengah, Batu Bara Lesu
Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, kenaikan harga minyak bisa memberikan sentimen positif jangka pendek bagi emiten produsen migas dan penunjang migas.
Sebagaimana diketahui, harga minyak mentah Brent naik 83 sen (1,13%) ke level US$ 74,39 per barel pada Rabu (2/10/2024). Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 88 sen (1,26%) ke posisi US$ 70,71.
Mengutip Reuters, kenaikan ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa konflik di Timur Tengah dapat berkembang menjadi perang yang lebih luas dan mengganggu pasokan minyak dari kawasan penghasil utama, setelah Iran menembakkan rudal balistik ke Israel.
Baca Juga
Medco Energi (MEDC) Ajukan Penawaran Tender Surat Utang Anak Usaha US$ 150 Juta
Selama perdagangan Selasa (1/10), kedua patokan minyak mentah tersebut melonjak lebih dari 5%. Iran dilaporkan telah menembakkan lebih dari 180 rudal balistik ke Israel pada Selasa (2/10/2024), sebagai balasan atas kampanye Israel terhadap sekutu Hezbollah Teheran di Lebanon.
Iran yang merupakan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) sebagai produsen minyak utama di kawasan tersebut. "Keterlibatan langsung Iran, sebagai anggota OPEC, meningkatkan kemungkinan gangguan pasokan minyak, produksi minyak Iran mencapai puncak enam tahun tertinggi yaitu 3,7 juta barel per hari pada bulan Agustus," kata ANZ Research dalam catatannya.
Grafik Saham MEDC, ENRG, ELSA, WINS, dan PGAS

