Konflik Israel-Hizbullah Memanas, Kemenlu Bersiap Evakuasi WNI di Lebanon
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) akan terus memantau perkembangan eskalasi konflik antara Israel dengan kelompok militan Hizbullah di Lebanon yang menimbulkan banyak korban jiwa.
Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika (Dirjen Aspasaf) Kemenlu Abdul Kadir Jailani menyatakan konflik tersebut menjadi perhatian pemerintah seiring dengan jumlah WNI di Lebanon yang mencapai 203 jiwa. Angka tersebut belum belum termasuk 1.232 personel TNI yang bertugas untuk United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) atau pasukan sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon.
Baca Juga
Serangan Balasan, Puluhan Roket Diluncurkan dari Lebanon Selatan ke Israel Utara
“Untuk WNI memang kita sejauh ini kita sudah melakukan beberapa contingency plan (rencana cadangan) untuk mengantisipasi semua tantangan yang muncul,” katanya kepada awak media di kantor Kemenlu, Jakarta, Jumat (20/9/2024).
Namun, Kadir belum bisa menjelaskan lebih lanjut bagaimana upaya perlindungan seluruh WNI yang berada di Lebanon apabila konflik masih terus berlanjut. Tidak menutup kemungkinan, pemerintah akan mengevakuasi seluruh WNI di Lebanon apabila ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat.
“Posisi Indonesia tetap konsisten dalam hal ini. Kita mengharapkan segala bentuk escalation of violence (eskalasi konflik yang menimbulkan korban) harus dihentikan. Kemudian, yang kedua kita juga mengharapkan Israel harus mematuhi dengan semua ketentuan-ketentuan hukum internasional terutama ketentuan tentang hukum humaniter,” ujarnya.
Konflik Israel dan Hizbullah memanas pada Jumat (20/9/2024). Hal itu dipicu langkah Israel mengumumkan serangan ke wilayah Lebanon yang menyasar puluhan peluncur roket milik kelompok Hizbullah. Serangan tersebut dilakukan setelah Hizbullah melancarkan serangan roket terhadap basis artileri Israel.
Pasukan Pertahanan Israel atau Israel Defence Forces (IDF) mengeklaim jet-jet tempurnya menyerang sekitar 100 peluncur roket ganda di Lebanon Selatan yang akan segera ditembakkan ke Israel.
Sementara itu, Kantor berita Lebanon atau National News Agency (NNA) melaporkan lebih dari 52 gempuran tercatat di Lebanon Selatan setelah Kamis (19/9/2024) pukul 21.00 waktu setempat.
NNA juga melaporkan pesawat tempur melakukan serangkaian serangan di daerah Mahmoudiyeh dekat Desa Aaichiyeh dan Kasarat al-Aroosh di daerah Jezzine.
“Pesawat musuh Israel meluncurkan 10 rudal ke daerah Birket Jabbour,” demikian disampaikan kantor berita tersebut.
Baca Juga
Israel Disebut Pasang Peledak di Ribuan 'Gadget' Hizbullah, Ribuan Terluka
Dalam insiden terpisah, empat orang terluka dalam serangan udara Israel yang menargetkan Kota Hanniyeh di Distrik Tyre, Lebanon Selatan. Menurut Kementerian Kesehatan Lebanon, pihak yang terluka termasuk sebanyak tiga warga Palestina dan seorang warga Lebanon.
Ketegangan antara Israel dan Hizbullah telah meningkat dalam beberapa hari terakhir seiring dengan gelombang ledakan yang menyasar perangkat penyeranta (pager) dan protofon (walkie talkie) di seluruh Lebanon yang mengakibatkan 25 orang tewas dan 450 lainnya luka-luka.

