Jokowi Perintahkan Segera Evakuasi WNI di Lebanon
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) untuk segera mengevakuasi warga negara Indonesia (WNI) di Lebanon. Perintah itu disampaikan Jokowi menanggapi situasi di Lebanon yang makin memanas.
Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 1.000 orang meninggal dunia akibat serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon sejak 16 September lalu.
Baca Juga
Israel Memulai Operasi 'Terbatas', Targetkan Hizbullah di Lebanon Selatan
Seusai meninjau Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (2/10/2024), Jokowi menegaskan keselamatan dan perlindungan WNI harus dinomorsatukan. Untuk itu, Jokowi sudah memerintahkan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi segera mengevakuasi WNI di Lebanon.
"Kementerian Luar Negeri, Bu Menteri sudah saya perintahkan untuk menindaklanjuti apa yang sudah saya sampaikan agar keselamatan perlindungan terhadap warga kita dinomorsatukan dan evakuasi disegerakan," kata Jokowi.
Indonesia melalui Kemenlu mendesak seluruh pihak untuk menahan diri terkait situasi Timur Tengah yang makin mengkhawatirkan. Pernyataan tersebut muncul setelah Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon pada Selasa (1/10/2024) dan Iran meluncurkan ratusan rudal ke Israel pada hari yang sama.
Juru Bicara II Kemenlu, Rolliansyah Soemirat menyatakan, Indonesia menekankan pentingnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk menggelar pertemuan khusus yang membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah dan mengambil keputusan yang dapat menurunkan ketegangan di kawasan.
"Indonesia sangat khawatir bahwa potensi perang dengan skala yang lebih besar dapat terjadi," kata Rolliansyah.
Baca Juga
Diketahui, Israel melancarkan serangan darat ke Lebanon setelah melakukan serangan udara secara besar-besaran sejak 23 September 2024 yang menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai lebih dari 2.700 orang lainnya.
Sementara itu, Iran melancarkan serangan rudal ke Israel pada hari Rabu (2/10/2024) atau Selasa waktu setempat, sebagai tanggapan atas kematian pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah, pemimpin politik kelompok perjuangan Palestina Hamas, Ismail Haniyeh, dan komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Abbas Nilforoushan..

