Yield USTreasury Naik Setelah Rilis Data Ekonomi AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil Treasury AS naik pada hari Kamis (26/9/2024). Investor menilai data klaim pengangguran baru.
Baca Juga
Klaim Pengangguran AS Turun, Padahal Pasar Tenaga Kerja Melemah. Kok Bisa?
Dikutip dari CNBC, imbal hasil Treasury 10-tahun bertambah 1,1 basis poin menjadi 3,791%. Imbal hasil Treasury 2 tahun naik 6,1 basis poin menjadi 3,614%.
Setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 50 basis poin pada awal bulan ini, perhatian investor telah beralih kembali ke kondisi perekonomian AS dan apakah akan terjadi perlambatan atau penurunan.
Investor menerima data ekonomi yang menggembirakan pada hari Kamis yang mendukung pandangan bahwa keputusan bank sentral untuk menurunkan suku bunga bukanlah respons terhadap melemahnya perekonomian. Klaim pengangguran mingguan turun lebih dari perkiraan untuk pekan yang berakhir 21 September, menunjukkan pasar tenaga kerja masih bergejolak. Pesanan barang tahan lama untuk bulan Agustus tidak berubah, sementara para ekonom memperkirakan adanya penurunan. Angka akhir PDB kuartal kedua tidak direvisi sebesar 3%.
Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan klaim pengangguran awal mingguan mencapai 223.000 untuk periode terakhir.
Di tempat lain, Swiss National Bank pada hari Kamis memangkas suku bunga utamanya sebesar seperempat poin, menandai penurunan ketiga tahun ini.
Di AS, perhatian juga beralih ke data inflasi utama yang dirilis pada hari Jumat. Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk bulan Agustus akan dirilis. Ini adalah ukuran inflasi yang disukai The Fed. Data itu tidak hanya dapat memberikan petunjuk tentang keadaan perekonomian, namun juga prospek kebijakan moneter.
Baca Juga
Powell Yakinkan Pasar dengan ‘Kalibrasi Ulang’ Kebijakan Moneter

