Yield USTreasury 10 Tahun Melonjak Setelah Rilis Data Ekonomi AS
NEW YORK, investortrust.id - Imbal hasil obligasi Pemerintah AS naik pada Selasa (07/1/2025) setelah data ekonomi menunjukkan inflasi di sektor jasa masih sulit dijinakkan.
Baca Juga
Yield USTreasury Naik Pasca Rilis Data CPI, Fokus Pasar Beralih ke Pertemuan Fed
Dikutip dari CNBC, imbal hasil USTreasury 10 tahun naik lebih dari tujuh basis poin menjadi 4,693%, dan sebelumnya mencapai level tertinggi intraday di 4,699%, tertinggi sejak 26 April. Sementara itu, imbal hasil Treasury 2 tahun naik lebih dari dua basis poin menjadi 4,299%.
Pergerakan ini terjadi setelah indeks harga jasa ISM untuk Desember menunjukkan angka 64,4, naik dari 58,2 pada November. Sementara itu, Survei Lowongan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja (JOLTS) menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Kombinasi antara kenaikan harga dan tingginya jumlah lowongan pekerjaan dapat membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada 2025.
Baca Juga
Turunkan Suku Bunga 25 Bps, The Fed Indikasikan Dua Kali Pemangkasan pada 2025
Laporan penggajian swasta dari ADP akan dirilis pada hari Rabu dan diperkirakan menunjukkan penambahan 130.000 pekerjaan pada Desember, sebelum laporan pekerjaan Desember dari Biro Statistik Tenaga Kerja dirilis pada hari Jumat.
Laporan itu akan mencakup data penggajian nonpertanian serta tingkat pengangguran di AS.
Investor akan mencermati data tersebut karena dapat memengaruhi pandangan mereka terhadap prospek kebijakan moneter, khususnya suku bunga. Hal ini terjadi setelah bank sentral pada Desember mengindikasikan sedikit pemotongan suku bunga yang diantisipasi menjelang pertemuan berikutnya pada 28-29 Januari.
The Fed secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap pada pertemuan tersebut, dengan pelaku pasar terakhir kali memperkirakan kemungkinan sekitar 93%, menurut CME Fedwatch.

