Klaim Pengangguran AS Turun, Padahal Pasar Tenaga Kerja Melemah. Kok Bisa?
WASHINGTON, investortrust.id - Klaim awal asuransi pengangguran AS lebih rendah dari perkiraan pada minggu lalu. Hal ini berlawanan dengan tanda-tanda lain bahwa pasar tenaga kerja sedang melemah.
Baca Juga
Pertumbuhan Lapangan Kerja AS Melambat, Pengangguran Membengkak. Tanda resesi?
Pengajuan tunjangan pengangguran awal mencapai 233.000 yang disesuaikan secara musiman pada minggu ini, turun 17.000 dari level yang direvisi naik pada minggu sebelumnya dan lebih rendah dari perkiraan Dow Jones sebesar 240.000, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Kamis (8/8/2024).
Laporan ini muncul ketika Wall Street berada dalam tren penurunan di tengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan lapangan kerja melambat dan bahkan menandakan potensi resesi. Pasar saham berjangka, yang sebelumnya negatif, berubah menjadi positif setelah rilis, sementara imbal hasil Treasury lebih tinggi.
Klaim pengangguran cenderung lebih tinggi sepanjang tahun ini, meskipun masih relatif terkendali. Peningkatan baru-baru ini disebabkan oleh gangguan akibat Badai Beryl serta penutupan pabrik mobil pada musim panas. Michigan dan Texas melaporkan dua penurunan terbesar pada minggu ini, masing-masing turun 7.401 dan 4.814, menurut angka yang belum disesuaikan.
Rata-rata empat minggu meningkat menjadi 240.750, tertinggi dalam hampir satu tahun. Pada minggu sebelumnya, klaim telah melonjak sebesar 14.000, menambah kekhawatiran bahwa PHK akan terus meningkat.
“Klaim menurun pada minggu terakhir, menambah bukti bahwa cuaca dan penutupan pabrik mobil musiman menjadi penyebab dari kenaikan dramatis pada minggu sebelumnya,” kata Robert Frick, ekonom korporat di Navy Federal Credit Union, seperti dikutip CNBC. “Jika Anda mencari kelemahan tambahan di pasar tenaga kerja, Anda harus menemukannya di tempat lain.”
Kekhawatiran terhadap keadaan pasar tenaga kerja mencuat setelah laporan nonfarm payrolls pada Jumat lalu menunjukkan pertumbuhan hanya 114.000 pada bulan Juli. Pada saat yang sama, tingkat pengangguran naik menjadi 4,3%. Ini membuat pasar mengacu ‘Sahm Rule’ yang mengukur resesi dengan perubahan tingkat pengangguran.
Pasar menjadi sangat fluktuatif sejak saat itu, dengan aksi jual besar-besaran selama tiga hari yang dimulai Kamis lalu, memicu kekhawatiran akan masalah yang lebih dalam pada perekonomian AS.
Para trader pun memperkirakan Federal Reserve akan mulai menurunkan suku bunga pada bulan September, dan beberapa bahkan menyerukan pengurangan darurat intrameeting untuk mengatasi pelemahan yang terjadi baru-baru ini. Pasar menetapkan kemungkinan besar penurunan setengah poin persentase pada langkah pertama dan pemotongan poin persentase penuh pada akhir tahun ini, menurut pelacak kontrak berjangka dana fed fund milik CME Group.
Baca Juga
Momok Resesi Masih Menghantui, Wall Street Kembali Terjungkal

