Di Sidang Umum PBB, Menlu Retno Kutuk Serangan Israel ke Lebanon
NEW YORK, investortrust.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi mengutuk keras serangan yang dilancarkan Israel ke Lebanon. Serangan itu mengakibatkan jatuhnya korban warga sipil, termasuk 50 anak-anak.
Hal tersebut disampaikan Retno di Sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/9/2024) waktu setempat.
Baca Juga
Serangan Pager dan Walkie Talkie Israel Ternyata Sudah Lama Direncanakan
"Serangan ini semakin mengeskalasi situasi Timur Tengah yang masih menghadapi krisis kemanusiaan dari agresi Israel di Gaza. Kekerasan dan agresi ini tidak boleh menjadi a new normal," kata Retno melalui keterangan yang diterima oleh Investortrust dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Roy Soemirat, Rabu (26/9/2024).
Retno mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB dan masyarakat internasional mengambil langkah untuk mendorong deeskalasi konflik di antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Upaya tersebut diharapkan akan mampu menghentikan kekerasan yang terus berlanjut di antara dua pihak yang berseteru.
"Penindasan rakyat Palestina adalah akar permasalahan konflik, dan perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah dicapai tanpa keadilan untuk Palestina," tegasnya.
Serangan terbaru yang dilakukan oleh Israel menurut Retno juga secara langsung terkait Indonesia. Hal ini karena Indonesia mengirim pasukan perdamaian terbanyak untuk Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yakni sebanyak 1.232 orang.
"Indonesia juga mendesak penghormatan terhadap keselamatan para peacekeeper UNIFIL di Lebanon. Saat ini Indonesia memiliki 1.232 personel di UNIFIL," ujar Retno.
Retno juga menyatakan Pemerintah RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beirut juga terus memantau kondisi WNI di Lebanon dan telah menyiapkan langkah kontijensi dalam mengantisipasi kondisi gawat darurat. Diketahui ada 203 WNI yang bermukim di Lebanon.
Seperti diketahui, serangan Israel terhadap Hizbullah diawali dengan meledakkan penyeranta (pager) dan protofon (walkie talkie) yang digunakan oleh Hizbullah secara bersamaan pada Selasa (17/9/2024) dan Rabu (18/9/2024). Tercatat, sebanyak 37 orang tewas dan lebih dari 3.000 terluka akibat ledakan tersebut.
Baca Juga
Konflik Israel-Hizbullah Memanas, Kemenlu Bersiap Evakuasi WNI di Lebanon
Israel kemudian menyerang target-target Hizbullah di Lebanon selatan. Jumlah korban tewas akibat serangan Israel di Lebanon, sejak Senin (23/9/2024), telah mencapai 558 orang, termasuk 50 anak-anak dan 94 wanita, dengan 1.835 orang terluka seperti yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Lebanon Firass Abiad pada Selasa (24/9/2024).

