Jokowi Kutuk Keras Serangan Israel ke Lebanon
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengutuk serangan yang dilakukan Israel ke Lebanon. Serangan itu menewaskan 558 orang, termasuk 50 anak-anak dan 94 wanita.
"Kita, Indonesia mengutuk keras serangan Israel ke Lebanon," kata Jokowi seusai peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan kawasan mixed-use Delonix Nusantara yang berada di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (25/9/2024).
Baca Juga
Di Sidang Umum PBB, Menlu Retno Kutuk Serangan Israel ke Lebanon
Jokowi mengajak seluruh negara dan juga PBB untuk merespons dengan cepat serangan Israel ini. Dengan demikian diharapkan dapat mencegah lebih banyak korban jiwa akibat serangan Israel.
"Kita mengajak semua negara dan juga PBB untuk memberikan respons yang cepat agar tidak semakin banyak korban lagi yang terjadi atas serangan-serangan Israel," katanya.
Krisis yang tengah berlangsung di Lebanon ini telah menimbulkan keprihatinan internasional, termasuk dari pemerintah Indonesia. Jokowi juga menegaskan langkah-langkah evakuasi untuk warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Lebanon tengah disiapkan dan sedang dikoordinasikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI.
"Saya sudah telepon ke Bu Menlu, itu juga dalam proses," kata Jokowi memastikan pemerintah akan segera mengambil tindakan untuk melindungi WNI yang berada di zona konflik tersebut.
Tanggapan Presiden Jokowi tersebut menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung perdamaian dunia serta melindungi warganya di luar negeri yang berada dalam situasi berbahaya.
Indonesia sudah menyampaikan pernyataan tegas terkait serangan Israel ke Lebanon ini. Dalam Sidang ke-79 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang digelar di New York, Amerika Serikat (AS) pada Selasa (24/9/2024) waktu setempat, Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengutuk keras serangan yang menewaskan ratusan orang itu.
"Serangan ini semakin mengeskalasi situasi Timur Tengah yang masih menghadapi krisis kemanusiaan dari agresi Israel di Gaza. Kekerasan dan agresi ini tidak boleh menjadi a new normal," kata Retno melalui keterangan yang diterima oleh Investortrust dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Roy Soemirat, Rabu (26/9/2024).
Baca Juga
Serangan Pager dan Walkie Talkie Israel Ternyata Sudah Lama Direncanakan
Retno mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB dan masyarakat internasional mengambil langkah untuk mendorong deeskalasi konflik di antara Israel dan kelompok milisi Hizbullah di Lebanon. Upaya tersebut diharapkan akan mampu menghentikan kekerasan yang terus berlanjut di antara dua pihak yang berseteru.
"Penindasan rakyat Palestina adalah akar permasalahan konflik, dan perdamaian di Timur Tengah tidak akan pernah dicapai tanpa keadilan untuk Palestina," tegasnya.

