Prospek Suku Bunga Kembali Dongkrak Emas ke Rekor Tertinggi
NEW YORK, investortrust.id - Harga emas memperpanjang kenaikan ke level tertinggi sepanjang masa pada hari Senin (16/9/2024). Kenaikan ini didukung oleh melemahnya dolar dan prospek penurunan suku bunga oleh Federal Reserve AS pada pertemuan kebijakannya minggu ini.
Baca Juga
Isyarat Penurunan Suku Bunga Makin Kuat, Powell : Sudah Saatnya Lakukan ‘Adjustment’
Harga emas di pasar spot naik 0,2% pada $2,580.24 per ons setelah menyentuh rekor tertinggi $2,589.59. Emas berjangka AS turun 0,1% menjadi $2,607.80.
Indeks dolar turun 0,4%, membuat emas batangan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.
“Penurunan suku bunga sebesar lima puluh basis poin (dari The Fed) sudah diperkirakan pasar saat ini. Itu sebabnya harga emas berjangka sangat tinggi dan saya pikir emas berjangka akan turun jika kita hanya melihat penurunan sebesar 25 basis poin,” kata Phillip Streible, kepala strategi pasar di Blue Line Futures, seperti dikutip CNBC.
Titik fokus minggu ini adalah keputusan suku bunga Fed yang akan dirilis pada hari Rabu. Ekspektasi para trader adalah adanya peluang 61% penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin, menurut alat CME FedWatch.
Insiden terbaru terhadap mantan presiden Trump menciptakan ketidakpastian politik yang cenderung berdampak positif bagi emas, kata Peter A. Grant, wakil presiden dan ahli strategi logam senior di Zaner Metals.
FBI mengatakan bahwa calon presiden dari Partai Republik Donald Trump menjadi sasaran upaya pembunuhan kedua pada hari Minggu.
Baca Juga
Donald Trump Kembali Jadi Target Pembunuhan, Ini Dia Pelakunya
Emas batangan dianggap sebagai aset yang aman di tengah ketidakpastian politik dan ekonomi. Emas juga cenderung berkembang di lingkungan dengan suku bunga rendah karena suku bunga yang lebih tinggi mengurangi daya tarik untuk memegang emas.
“Kami memperkirakan pemulihan investasi strategis pada emas akan mendorong harga lebih tinggi. Pemotongan sebesar 100 bps dapat menghasilkan arus bersih 200-250 (metrik) ton dana yang diperdagangkan di bursa (ETF) selama beberapa bulan mendatang,” papar analis ANZ dalam sebuah catatan.
Diperkirakan, harga emas akan bergerak menuju $2.700 dalam jangka pendek dan mencapai level tertinggi $2.900 pada akhir tahun 2025.
Perak di pasar spot naik 0,3% menjadi $30,73 per ons. Platinum turun 1,1% menjadi $984,20 dan paladium naik 0,4% menjadi $1.072,20.

