Prospek Saham Bank Melambung Usai Suku Bunga Dipangkas, Bahkan BBCA dan BMRI Cetak Rekor
JAKARTA, investortrust.id – Pemangkasan suku bunga Bank Indonesia (BI) atau BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 6% bersamaan dengan pemangkasan suku bunga The Fed sebanyak 50 bps menjadi 4,75-5% menjadi sentimen positif terhadap performa dan kinerja keuangan emiten saham perbankan, khususnya saham asset besar.
Di tengah pemangkasan suku bunga tersebut, harga saham sejumlah saham bank nasional menunjukkan lompatan harga ke level tertinggi baru (all time high/ATH) sepanjang masa. Di antaranya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melesat Rp 150 (1,41%) ke ATH Rp 10.775 pada perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (19/9/2024) hingga pukul 10.30 WIB.
Baca Juga
Begitu juga dengan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sempat sentuh rekor harga tertinggi baru Rp 7.550. Sedangkan hingga pukul 10.30 WIB, penguatan saham bank pelat merah ini mulai menipis menjadi Rp 50 (0,68%) menjadi Rp 7.450.
Meski belum sentuh rekor tertinggi baru, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) tercatat sebagai saham dengan penguatan tertinggi mencapai Rp 125 (2,34%) menjadi Rp 5.450, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 125 (2,19%) menjadi Rp 5.825, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) melesat Rp 20 (1,34%) menjadi Rp 1.505, dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) naik Rp 10 (0,32%) menjadi Rp 3.150.
Lalu, bagaimana dampak pemangkasan suku bunga tersebut terhadap saham-saham bank papan atas di dalam negeri? BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa pemangkasan suku bunga tersebut akan menaikkan likuiditas dana untuk mendorong penguatan margin bunga bersih (NIM).
“Kami memperkirakan likiuditas dana akan meningkat setelah BI rate dipangkas dan bisa berimbas terhadap penurunan biaya dana. Namun pemangkasan tersebut diperkirakan baru terasa terhadap kinerja keuangan perseroan tahun depan,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano dan Naura Reyhan Muchlis dalam rsiet yang diterbitkan hari ini.
Baca Juga
Berdasarkan Analisa BRI Danareksa Sekuritas bahwa dampak terbesar pemangkasan suku bunga akan membuat biaya dana lebih rendah, meski demikian yield kredit diperkirakan masih tertekan. Tekanan likuiditas juga diperkirakan berkurang, seiring dengan berkurangnya penerbitan SRBI.
Berbagagai factor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi owerweight saham sektor perbankan dengan pilihan teratas saham BBCA. Rekomendasi ini mempertimbangkan likuditas akan lebih baik, peningkatan NIM, dan kualitas asset perbankan nasional masih kuat.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham BBCA dengan target harga Rp 12.400, BMRI dengan target harga Rp 8.200, BBNI dengan target harga Rp 7.600, dan target saham BRIS telah tercapai.
Grafik Saham Sektor Keuangan

