Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak Desember 2021, Ternyata Ini Pemicunya
NEW YORK, investortrust.id - Minyak mentah berjangka pada hari Selasa (10/9/2024) ditutup pada level terendah sejak Desember 2021. Pemicunya, antara lain aksi jual oleh pelaku pasar setelah OPEC menurunkan perkiraan permintaannya untuk kedua kalinya dalam dua bulan.
Baca Juga
Minyak Mentah Melonjak Lebih dari 1% Setelah Melewati Pekan Terburuk
“Anjloknya permintaan minyak mentah dari Tiongkok dan perkiraan permintaan OPEC memberikan pukulan telak hari ini,” beber Bob Yawger, direktur eksekutif energi berjangka di Mizuho Securities, kepada kliennya dalam catatan, seperti dikutip CNBC.
“Hebatnya, pasar sedang terpuruk, sementara badai topan tropis melanda ladang minyak di Teluk Meksiko,” tulis Yawger.
Berikut harga energi penutupan hari Selasa:
• Kontrak West Texas Intermediate Oktober: $65,75 per barel, turun $2,96, atau 4,3%. Minyak mentah AS telah turun 8,2% ytd (year to date).
• Kontrak Brent November: $69,19 per barel, turun $2,65, atau 3,69%. Minyak acuan global telah turun 10,2% ytd.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Oktober: $1,87 per galon, turun 5 sen, atau 2,6%. Sampai saat ini, bensin telah turun 11,1%.
• Kontrak Gas Alam bulan Oktober: $2,23 per seribu kaki kubik, naik lebih dari 6 sen, atau 2,8%. Gas telah berkurang 11,2% ytd.
Kontrak berjangka berubah menjadi bearish. Padahal, pada hari Senin, badai tropis Francine mengancam produksi minyak dan gas serta operasi penyulingan di Gulf Coast.
OPEC kini memperkirakan permintaan akan tumbuh sekitar 2 juta barel per hari pada tahun 2024, sekitar 80.000 barel per hari lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Kelompok produsen minyak memperkirakan pertumbuhan permintaan sebesar 1,7 juta barel per hari pada tahun depan, sekitar 40.000 barel per hari lebih rendah dari perkiraan semula.
OPEC telah memangkas perkiraan permintaannya pada bulan Agustus karena melemahnya konsumsi di Tiongkok, importir minyak mentah terbesar di dunia.
Kekhawatiran mengenai melemahnya permintaan di Tiongkok karena lonjakan penjualan kendaraan listrik telah membayangi pasar minyak selama berbulan-bulan. OPEC+ juga diperkirakan akan meningkatkan produksi pada bulan Desember, dengan Morgan Stanley dan analis pasar lainnya memperkirakan surplus pada tahun 2025.
Impor minyak mentah Tiongkok turun sekitar 3% pada tahun 2024, menurut Yawger. “Impor minyak mentah Tiongkok hanya tiga kali lebih rendah setiap tahunnya sejak tahun 2006, dan salah satu tahun tersebut adalah Covid 2020,” katanya.
Baca Juga

