Minyak Masih Melemah, OPEC+ Tunda Peningkatan Produksi
NEW YORK, investortrust.id – Pergerakan harga minyak masih lemah. Minyak mentah AS turun sedikit pada hari Kamis (5/9/2024) ditutup mendekati $69 per barel. OPEC+ diperkirakan menunda rencana untuk meningkatkan produksi setelah minyak berjangka banyak dilepas minggu ini.
Baca Juga
Anggota OPEC+ telah menunda kenaikan produksi sebesar 180.000 barel per hari selama dua bulan, dua sumber mengatakan kepada CNBC. Peningkatan produksi semula dijadwalkan pada Oktober.
“Ada sejumlah faktor yang benar-benar merugikan OPEC dalam beberapa bulan ke depan,” kata Andy Lipow, presiden Lipow Oil Associates, dalam acara “Street Signs” CNBC, Kamis.
“Mereka ingin melihat harga minyak mentah Brent pada $85 hingga $90 per barel untuk menyeimbangkan anggaran mereka,” kata Lipow.
Berikut harga energi hari Kamis:
• Kontrak West Texas Intermediate Oktober: $69,15 per barel, turun 5 sen. Minyak patokan AS telah turun 3,5% ytd (year to date).
• Kontrak Brent November: $72.69 per barel, turun 1 sen. Minyak acuan global telah turun 5,7% ytd.
• Kontrak RBOB Gasoline bulan Oktober: $1,92 per galon, turun lebih dari 3 sen, atau 1,8%. Bensin telah turun 8,4% ytd.
• Kontrak Gas Alam bulan Oktober: $2,25 per seribu kaki kubik, naik 10 sen, atau 5%. Gas telah anjlok 10,3% ytd.
Harga juga terimbas dari persediaan minyak mentah AS turun hampir 7 juta barel untuk pekan yang berakhir 30 Agustus, menurut Badan Informasi Energi (EIA). Stok bensin naik 800.000 barel.
Patokan AS telah merosot sekitar 6% minggu ini, sedangkan patokan global Brent turun 7,8%. Minyak mentah berjangka telah kehilangan semua keuntungannya untuk tahun ini. Aksi jual ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa pasokan akan lebih banyak pada saat permintaan akan melemah.
“Permintaan minyak melemah di Tiongkok, dan di sini, di Amerika Serikat, musim penggunaan bensin kini telah berakhir,” kata Lipow.
“Kita akan memasuki periode permintaan yang lebih rendah dalam hal permintaan konsumen dan yang lebih penting lagi, kita akan memasuki periode pemeliharaan pengilangan musiman di Amerika Serikat dan Eropa yang akan menurunkan permintaan minyak mentah,” katanya.
Baca Juga
Rencana Kenaikan Produksi OPEC+ Tenggelamkan Harga Minyak, WTI Anjlok 3% Lebih

