Anjlok Hampir 3%, Harga Minyak Jatuh ke Level Terendah Sejak 2021
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Harga minyak mentah anjlok hampir 3% pada Selasa (16/12/2025) dan ditutup di level terendah sejak awal 2021. Harga minyak tertekan oleh ancaman kelebihan pasokan global serta spekulasi potensi kesepakatan damai Ukraina-Rusia yang dapat meredakan risiko geopolitik.
Baca Juga
‘Over Supply’ Kalahkan Sentimen Geopolitik, Harga Minyak Merosot 4% Sepekan
Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 2,73% menjadi US$55,27 per barel, level terendah sejak Februari 2021. Sementara itu, minyak Brent melemah 2,71% ke US$58,92 per barel. Sepanjang tahun ini, WTI telah anjlok sekitar 23%, kinerja terburuk sejak 2018.
Tekanan pada harga minyak meningkat seiring lonjakan produksi negara-negara OPEC+ setelah bertahun-tahun melakukan pemangkasan. Pasar juga mulai memperhitungkan kemungkinan berkurangnya risiko gangguan pasokan jika konflik Ukraina mereda dan sanksi terhadap Rusia dilonggarkan.
“Serangan Ukraina terhadap infrastruktur minyak dan sanksi AS terhadap perusahaan minyak Rusia kemungkinan akan dicabut relatif cepat jika tercapai kesepakatan,” kata Jorge Leon, kepala analisis geopolitik Rystad Energy, dalam sebuah catatan kepada klien, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Perundingan Damai Ukraina–Rusia Alami Kemajuan, Ini Hambatan yang Masih Mengganjal
Hal ini, menurut Leon, akan secara signifikan mengurangi risiko gangguan pasokan Rusia dalam jangka pendek dan memungkinkan sejumlah besar minyak Rusia yang saat ini disimpan di perairan untuk kembali ke pasar. Minyak Rusia yang disimpan di perairan saat ini diperkirakan sekitar 170 juta barel.
Penurunan harga minyak turut menjadi sinyal perlambatan ekonomi AS, sejalan dengan data pasar tenaga kerja yang melemah dan tingkat pengangguran yang mencapai level tertinggi empat tahun. Namun, harga bensin yang turun ke bawah US$3 per galon memberikan angin segar bagi konsumen menjelang musim liburan.

