Harga Minyak Melonjak Setelah Iran Usulkan Pembatasan di Selat Hormuz
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrus.id - Harga minyak dunia kembali naik setelah Iran merilis rancangan aturan yang membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Investor mengkhawatirkan terganggunya pasokan minyak global meski negosiasi pembukaan jalur pelayaran masih berlangsung.
Baca Juga
Iran Bantah Ada Perundingan dengan AS, Fokus Bahas Selat Hormuz Bersama Oman
Dikutip dari CNBC, minyak Brent sebagai acuan global melonjak 3,8% dan ditutup di level US$82,49 per barel pada perdagangan Kamis (6/8/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik sekitar 2,8% menjadi US$77,29 per barel.
Sepanjang pekan ini harga minyak sebenarnya telah turun sekitar 8% setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat segera tercapai.
Namun hingga kini kesepakatan tersebut belum diumumkan.
Iran dan Oman masih berupaya menyelesaikan pengaturan jalur pelayaran yang memungkinkan kapal masuk melalui wilayah Iran dan kapal keluar melalui perairan Oman.
Pasar sebelumnya sempat optimistis terhadap peluang tercapainya kesepakatan pembukaan kembali Selat Hormuz.
Optimisme tersebut berubah setelah kantor berita Fars menerbitkan rancangan aturan yang jauh lebih ketat.
Dalam rancangan itu, Iran akan melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Negara-negara lain yang dianggap merugikan Iran juga tidak diperbolehkan menggunakan jalur tersebut hingga memberikan kompensasi.
Baca Juga
Draft Iran Larang Kapal AS-Israel Lewati Hormuz, Washington Tolak Keras
Teheran bahkan mengusulkan hukuman berupa denda sebesar 20% dari nilai muatan kapal bagi pelanggar.
Ketegangan kawasan juga meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman mengeklaim menyerang konsentrasi pasukan Arab Saudi.
Kelompok tersebut sehari sebelumnya juga mengaku menyerang sebuah kapal tanker Saudi di Laut Merah dekat terminal ekspor Yanbu yang selama ini menjadi jalur alternatif pengiriman minyak.
Sementara itu, Pusat Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) menerima laporan adanya dua ledakan yang terdengar di dekat sebuah kapal tanker saat melintasi perairan Oman menuju Selat Hormuz. Tidak ada korban maupun kerusakan yang dilaporkan.
Pasar kini menunggu kepastian hasil negosiasi antara Iran, Oman, dan Amerika Serikat yang dinilai akan menentukan arah harga minyak dalam beberapa hari ke depan.

