Wall Street Melesat Ditopang Saham Teknologi, S&P 500 Cetak Rekor Tertinggi
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Pasar saham AS terus bergerak positif pada Selasa waktu AS atau Rabu (24/12/2025) WIB. Wall Street menguat untuk sesi keempat berturut-turut. Saham-saham kecerdasan buatan mengungguli pasar di tengah pekan perdagangan yang dipersingkat oleh karena libur Natal.
Baca Juga
Wall Street Melonjak Didorong Saham AI, Indeks S&P 500 Dekati Level 7.000
Indeks S&P 500 melesat 0,46% dan ditutup di level rekor 6.909,79, hanya sedikit di bawah rekor tertinggi intraday sepanjang masa di 6.920,34. Nasdaq Composite menguat 0,57% dan berakhir di 23.561,84. Kenaikan saham raksasa teknologi Nvidia dan Broadcom, yang masing-masing melonjak sekitar 3% dan lebih dari 2%, mendorong indeks tersebut. Dow Jones Industrial Average naik 79,73 poin atau 0,16% dan ditutup di 48.442,41.
Pelaku pasar terus berspekulasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga acuannya tahun depan, meskipun data ekonomi terbaru menunjukkan hasil yang jauh lebih kuat dari perkiraan. Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi tumbuh 4,3% pada kuartal ketiga, jauh melampaui estimasi 3,2% dari ekonom yang disurvei Dow Jones.
Baca Juga
Laporan tersebut - yang tertunda dari jadwal awal 30 Oktober akibat penutupan pemerintahan AS - sempat membuat investor khawatir bahwa peluang pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada awal 2026 menjadi lebih kecil. Saham sempat dibuka melemah sebelum akhirnya pulih.
Namun, pelaku pasar kontrak berjangka suku bunga Fed masih memperhitungkan dua kali pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun depan, menurut CME FedWatch Tool.
“Kita mungkin belum akan melihat pasar menarik kembali ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga tersebut,” ujar Eric Sterner, chief investment officer Apollon Wealth Management, seperti dikutip CNBC. “Peluang pemangkasan di awal tahun mungkin lebih kecil, tetapi kita segera akan mengetahui siapa calon Trump untuk ketua Fed yang baru, dan hampir pasti sosok itu akan lebih dovish dibanding Powell,” tambahnya.
Bursa Efek New York akan tutup lebih awal pada Rabu pukul 13.00 waktu setempat pada malam Natal dan akan tutup penuh pada Hari Natal.

