Kejutan Baru untuk Uni Eropa: Trump Naikkan Tarif Mobil Jadi 25%
Poin Penting
|
WASHINGTON, investortrust.id - Presiden AS Donald Trump kembali memicu ketegangan perdagangan global dengan rencana menaikkan tarif impor mobil dan truk dari Uni Eropa (European Union) menjadi 25%.
Dalam pernyataannya di media sosial, Trump menyebut langkah ini diambil karena Uni Eropa dianggap tidak memenuhi komitmen dalam kesepakatan dagang yang telah disepakati. Ia menegaskan bahwa kendaraan yang diproduksi di AS tidak akan dikenakan tarif.
Baca Juga
Trump Tekan Sekutu NATO Jaga Selat Hormuz, Uni Eropa Enggan Terlibat
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat bahwa Uni Eropa telah “gagal membuat kemajuan substansial pada komitmen yang telah disepakati” berdasarkan perjanjian perdagangan antara kedua negara.
“Gedung Putih selalu menjelaskan bahwa Presiden berhak untuk menyesuaikan tarif jika mitra kesepakatan perdagangan kami gagal mematuhi komitmen mereka,” kata pejabat itu, seperti dikutip CNBC.
Tahun lalu, pemerintahan Trump secara luas menerapkan tarif 25% pada kendaraan dan suku cadang mobil tertentu yang diimpor ke AS, dengan alasan risiko keamanan nasional berdasarkan Pasal 232. Tarif tersebut masih berlaku.
Namun, kebijakan ini menimbulkan pertanyaan hukum. Pada Februari lalu, Supreme Court of the United States memutuskan bahwa sebagian besar kebijakan tarif Trump sebelumnya tidak sah, karena undang-undang yang digunakan tidak memberikan kewenangan untuk memberlakukan tarif.
Sebagai respons, Trump sempat mengeluarkan tarif global 10% berdasarkan Trade Act 1974 dengan batas waktu 150 hari, dan bahkan mengisyaratkan kenaikan menjadi 15%.
Uni Eropa merespons dengan hati-hati, menyatakan tetap berkomitmen pada hubungan transatlantik yang stabil, namun siap mengambil langkah balasan jika kebijakan AS dianggap melanggar kesepakatan bersama.
Baca Juga
Negosiasi Alot, Trump Disebut Tuntut Tarif Minimum hingga 20% terhadap Uni Eropa
“Kami menjaga kontak erat dengan rekan-rekan kami, termasuk saat kami juga mencari kejelasan tentang komitmen AS. Kami tetap sepenuhnya berkomitmen pada hubungan transatlantik yang dapat diprediksi dan saling menguntungkan. Jika AS mengambil tindakan yang tidak sesuai dengan Pernyataan Bersama, kami akan tetap membuka opsi kami untuk melindungi kepentingan Uni Eropa,” beber juru bicara Komisi Eropa.
Kebijakan tarif ini berpotensi berdampak besar pada produsen otomotif Eropa seperti Mercedes-Benz, BMW, dan Volkswagen, yang mengimpor sebagian besar kendaraan mereka ke pasar AS dari Eropa.
Langkah ini juga menambah ketidakpastian di tengah dinamika perdagangan global yang sudah kompleks akibat konflik geopolitik dan perubahan kebijakan industri.

