‘Wait and See’, The Fed Diperkirakan Tahan Suku Bunga hingga Akhir Tahun
Poin Penting
|
ALABAMA, investortrust.id - Gubernur Federal Reserve, Christopher Waller, menyatakan bahwa ketidakpastian ekonomi akibat perang Iran dan kondisi pasar tenaga kerja membuat bank sentral AS kemungkinan mempertahankan suku bunga dalam waktu lebih lama.
Baca Juga
Klaim Pengangguran Turun, Pasar Tenaga Kerja AS Masih Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Dalam pidatonya di Alabama, Waller menyoroti dilema kebijakan moneter: inflasi masih tinggi sementara pasar tenaga kerja melemah, namun belum menunjukkan lonjakan pengangguran yang signifikan.
“Inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja yang lemah adalah kombinasi yang sangat kompleks bagi pembuat kebijakan,” ujarnya, dikutip dari CNBC, Sabtu (18/4/2026).
Waller menegaskan bahwa dalam kondisi seperti ini, The Fed mungkin perlu mempertahankan suku bunga di kisaran saat ini—yakni 3,5% hingga 3,75%—terutama jika risiko inflasi dinilai lebih besar dibandingkan risiko terhadap lapangan kerja.
Ia juga mengindikasikan perubahan pandangan terhadap pasar tenaga kerja. Jika sebelumnya khawatir terhadap lemahnya perekrutan, kini ia melihat tingkat “break-even hiring” bisa mendekati nol—artinya pasar tenaga kerja bisa tetap stabil meski tanpa pertumbuhan pekerjaan.
Namun, kekhawatiran tetap ada. Waller memperingatkan perusahaan berada dalam posisi rapuh, terjebak antara kesulitan mencari tenaga kerja dan ketidakpastian ekonomi, yang dapat memicu pemutusan hubungan kerja jika terjadi guncangan.
“Menurut saya, para pengusaha sedang berjalan di atas tali tipis antara tantangan mereka sebelumnya dalam menemukan pekerja yang berkualitas dan ke mana mereka pikir ekonomi akan menuju, sehingga mereka rentan terhadap guncangan ekonomi yang dapat menjatuhkan mereka dan menyebabkan pengurangan pekerjaan yang signifikan,” urainya.
Dari sisi inflasi, ia lebih pesimistis dibandingkan sebagian pembuat kebijakan lain. Menurutnya, dampak perang Iran—ditambah tekanan harga akibat tarif impor—berpotensi menciptakan lonjakan inflasi yang lebih persisten, mirip dengan pola selama pandemi.
Baca Juga
Risalah FOMC: The Fed Masih Buka Peluang Pangkas Suku Bunga Tahun Ini
Pasar saat ini memperkirakan The Fed akan menahan suku bunga sepanjang tahun, menunggu kejelasan arah ekonomi global.

