Pilih Exchange Traded Fund (ETF) atau Reksa Dana? Begini Bedanya
JAKARTA, investortrust.id - Banyak pilihan instrumen yang bisa dipilih oleh investor untuk mengelola portofolio. Menurut BNI Sekuritas, dua jenis instrumen yang sering dibahas adalah Exchange Traded Fund (ETF) dan reksa dana.
Sebagai informasi, ETF merupakan reksa dana jenis investasi kolektif yang diperdagangkan di Bursa. Sama seperti saham, ETF menggunakan Indeks Saham sebagai acuan untuk investor agar lebih maksimal dalam bertransaksi. Kemudian, transaksi pembelian ETF bisa dilakukan di pasar primer maupun pasar sekunder.
Sedangkan, reksa dana adalah kumpulan dana dari berbagai investor yang dikelola oleh manajer investasi. Dana tersebut diinvestasikan dalam berbagai aset, seperti saham, obligasi, atau instrumen pasar uang.
Lebih rincinya, simak sejumlah perbedaan yang dapat ditemukan dalam ETF dan reksa dana.
Baca Juga
Eastspring Investments Sebut Kinerja Reksa Dana Pendapatan Tetap Ungguli Saham 10 Tahun Terakhir
Pertama, ETF menawarkan likuiditas yang lebih baik karena diperdagangkan sepanjang hari bursa dengan harga yang fluktuatif, memberi fleksibilitas dalam waktu transaksi. Sedangkan, reksa dana tidak diperdagangkan di bursa, dan hanya dapat dibeli atau dijual pada harga Net Asset Value (NAV) yang sama untuk semua transaksi.
Kemudian, ETF pada umumnya memiliki biaya pengelolaan yang lebih rendah namun terdapat kemungkinan investor dikenakan biaya transaksi seperti komisi broker. Sementara itu, reksa dana sering kali memiliki biaya pengelolaan lebih tinggi yang tidak langsung terlihat tetapi dapat berdampak besar pada hasil investasi jangka panjang.
Dari sisi transparansi, ETF lebih unggul sebab portofolionya yang diperbarui secara rutin dan dapat diakses publik. Sebaliknya, reksa dana menawarkan diversifikasi yang serupa tetapi dengan transparansi yang lebih rendah, hanya memperbarui informasi portofolio bulanan atau kuartalan.
Di samping itu, ETF umumnya dikelola secara pasif, mengikuti indeks pasar, sementara reksa dana sering dikelola secara aktif oleh manajer investasi.
“Reksa dana memungkinkan investasi awal yang lebih kecil dan manajemen profesional yang bisa menarik bagi investor pemula,” ujar SEVP Retail Markets & Technology BNI Sekuritas Teddy Wishadi dalam keterangannya yang dikutip Jumat (18/10/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut Teddy mengatakan, kedua instrumen tersebut memiliki keunggulan masing-masing sehingga investor dapat menentukan pilihannya tergantung pada kebutuhan investasi, gaya, dan tujuan keuangan pribadi.
Menurut Teddy, ETF cocok bagi investor yang mencari likuiditas tinggi serta biaya rendah dengan kemampuan untuk memantau harga sepanjang hari. Instrumen ini juga ideal untuk investor yang menginginkan transparansi tinggi tentang portofolio yang mereka miliki.
“Sedangkan reksa dana lebih sesuai untuk investor yang menginginkan manajemen profesional tanpa harus terlibat langsung dalam keputusan investasi dan yang mungkin tidak membutuhkan likuiditas yang sama. Reksa dana juga bisa lebih ramah untuk investor dengan jumlah investasi awal yang lebih kecil,” tandas Teddy.

