Ingin Beli Asuransi Kesehatan? Ada Baiknya Simak Sejumlah Tips Berikut
JAKARTA, investortrust.id - Pamor asuransi kesehatan semakin meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat yang terus terangkat akan proteksi kesehatan. Namun, ketika pertama kali ingin membeli produk asuransi kesehatan, seringkali kita bingung produk seperti apa yang cocok dengan kebutuhan.
Country Chief Product Officer Allianz Life Indonesia Himawan Purnama mengungkapkan, setidaknya ada lima tips sederhana yang bisa diterapkan masyarakat jika ingin membeli produk asuransi kesehatan.
“Yang pertama, pahami kebutuhan proteksinya. Jadi butuhnya itu apa sebenarnya, karena asuransi kesehatan itu juga banyak banget pilihannya,” ujarnya, secara virtual, Rabu(7/8/2024).
Misalnya, mau yang sesuai tagihan atau yang memiliki limit itu bisa. Mau memilih berdasarkan harga dan cakupan untuk meng-cover di dalam maupun luar negeri juga tersedia.
Baca Juga
OJK: Asuransi Wajib TPL Bisa Dongkrak Kesejahteraan Masyarakat
Kedua, lanjut Himawan, pahami juga manfaat, masa tunggu, dan pengecualian dalam polis. Ini juga berkaitan erat dengan produk asuransi kesehatan apa nantinya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Itu yang pada saat di awal bisa dicari informasinya maupun ketika bertemu dengan agen atau tenaga pemasar bisa ditanya juga. Akan diinfokan kok pasti dan itu semua informasinya cukup jelas,” katanya.
Selanjutnya, perlu juga mengecek cakupan proteksi bila sudah punya asuransi kantor (coordination of benefit). Agar bisa mencari asuransi tambahan lainnya yang full maupun deductible sehingga manfaat dan harganya juga lebih terjangkau.
Baca Juga
Jika Asuransi Wajib TPL Berlaku, Tap Insure Siap Manjakan Nasabah dengan Layanan Digital
“Terus berikutnya yang tak kalah penting, lakukanlah perbandingan, mulai dari tambahan layanannya, seperti apa, bisa ada medical evakuasi, atau sejenisnya. Juga rekam jejak perusahaannya seperti apa,” ucap Himawan.
Terakhir, kata Himawan, perlu juga mengkaji proteksi yang dimilikinya secara berkala. “Karena ini penting sekali, walaupun kita sudah punya (asuransi) tapi zaman terus berkembang. Bisa jadi penyakit baru yang ada sekarang belum ter-cover asuransi yang kita miliki,” ujarnya.

