Kredit Perbankan Berpotensi Tertekan Karena Banjir, BRI Dorong Pentingnya Mitigasi Risiko Iklim
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Risiko perubahan iklim, misalnya banjir, terbukti memberikan dampak nyata terhadap kinerja perbankan dan penyaluran kredit. Sehingga, penting untuk memitigasi risiko iklim secara terstruktur untuk menjaga stabilitas dalam jangka panjang.
Group Head Environmental, Social & Governance Group PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) Ajeng Sekar Putih mengungkapkan, risiko fisik seperti banjir dan bencana alam lainnya memiliki jalur transmisi yang relatif jelas bagi perbankan.
“Banjir menyebabkan gangguan aktivitas ekonomi regional yang menyebabkan debitur dari perbankan itu sendiri terdampak,” ujarnya, dalam webinar OJK Institute, Kamis (22/1/2026).
Baca Juga
BRI (BBRI) Perkuat Manajemen Risiko Iklim lewat Tata Kelola dan Integrasi Strategi Bisnis
Menurut Ajeng, pemahaman terhadap alur transmisi risiko fisik tersebut menjadi hal krusial agar perbankan dapat menyiapkan langkah mitigasi yang tepat, termasuk indikator risiko yang perlu dimonitor sejak dini.
Ia menambahkan, hasil penelitian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait dampak climate shocks terhadap penyaluran kredit perbankan selama periode 2011-2021 menunjukkan pengaruh yang signifikan.
“Hasilnya memang dampak frekuensi banjir terhadap perkreditan ini cukup signifikan terutama, untuk outstandingloan-nya ini turun signifikan 2%-4% pada wilayah-wilayah terdampak banjir,” kata Ajeng.
Baca Juga
Net Buy masih Jumbo Rp 958,21 Miliar, Investor Asing Borong BBRI hingga BMRI
Selain itu, banjir juga mendorong kenaikan rasio kredit macet atau non performing loan (NPL) bank sebesar 0,15 basis poin hingga 0,30 basis poin.
Beberapa bank, lanjut Ajeng, merespon risiko tersebut dengan meningkatkan suku bunga kreditnya. Meski begitu, kenaikannya masih relatif terbatas dan tak signifikan, yaitu berkisar 5 basis poin hingga 15 basis poin.
“Key takeaway-nya bahwa banjir ini memang sangat berpengaruh atau perubahan iklim atau risiko bencana ini sangat berpengaruh terhadap sistem keuangan terutama di perbankan.

