Bagikan

Friderica Widyasari Pastikan Transisi Kepemimpinan Tak Ganggu Kinerja OJK

Poin Penting

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan seluruh tugas, fungsi, dan mandat OJK tetap berjalan optimal meski terjadi perubahan pimpinan.
OJK menetapkan prioritas 2026 untuk mempercepat reformasi integritas pasar modal, mencakup penguatan likuiditas, transparansi, tata kelola, dan enforcement.
Fokus kedua OJK adalah memperkuat ekosistem jasa keuangan agar lebih berdampak pada ekonomi riil, termasuk pembiayaan UMKM dan stimulus bagi daerah terdampak bencana.

JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan performa sektor jasa keuangan di tengah dinamika global dan pergantian personel di struktur organisasi. Hal ini dilakukan guna memastikan seluruh mandat lembaga berjalan tanpa hambatan demi mendukung ketahanan ekonomi nasional.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa meskipun terjadi perubahan pimpinan, operasional lembaga tetap solid.

"Kami memastikan bahwa dengan adanya pergantian pimpinan di OJK, kami memastikan seluruh tugas pokok, fungsi, dan mandat yang diberikan kepada OJK kami jalankan dengan sebaik mungkin," ujar Kiki sapaan karib Friderica dalam acara Konferensi Pers Hasil RDK Bulanan (RDKB) Februari 2026 di Ruang Serbaguna Menara Radius Prawiro Lantai 25 Gedung A Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Kiki menekankan bahwa dinamika yang terjadi pada awal tahun 2026 menjadi pemantik bagi OJK untuk menetapkan skala prioritas yang lebih tegas, terutama pada sektor pasar modal. Fokus utama otoritas saat ini adalah melakukan pembenahan fundamental secara menyeluruh.

"Terkait dengan dinamika yang terjadi di akhir Januari lalu, tentu kita menetapkan satu prioritas kita adalah mengakselerasi reformasi integritas di pasar modal Indonesia. Ini sudah cukup sering kami sampaikan terkait dengan baimana kita memastikan terkait aspek likuiditas, transparansi, governance, enforcement, ya," kata Kiki.

Baca Juga

OJK Waspadai Dampak Geopolitik Timur Tengah, Ini Tiga Jalur Risikonya

Selain penguatan internal, OJK juga gencar melakukan perbaikan struktural dan infrastruktur. Langkah ini mencakup sinergi dengan berbagai pihak eksternal untuk menjaga kepercayaan pasar.

"Kemudian perbaikan struktural, baik itu infrastruktur dan lain-lain, dan juga bagaimana kita memastikan sinergi dan kolaborasi dapat terjalin dengan baik, terutama dalam situasi menyikapi dinamika di pasar modal kemarin," tambahnya.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi dalam acara Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan Februari 2026 yang diselenggarakan secara virtual di Jakarta, Selasa (3/3/2026). Foto: Investortrust/Mohammad Defrizal

Upaya OJK ini juga telah dikomunikasikan kepada komunitas internasional. Kiki mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan lembaga pemeringkat global untuk memastikan kebijakan Indonesia selaras dengan standar dunia.

"Dan juga tadi disampaikan juga berbagai pertemuan intensif sudah dilakukan dengan penyedia rating global ya, dan juga berbagai pihak lainnya untuk memastikan bahwa apa yang kita lakukan sudah inline dengan ekspektasi global stakeholder, global investor," jelasnya.

Sebagai langkah konkret, OJK dalam waktu dekat akan meluncurkan tim khusus yang melibatkan lintas kementerian. "Tadi juga sudah kami sampaikan, kami akan segera membentuk tim reformasi untuk integritas di pasar modal Indonesia, kerja sama OJK dengan pemerintah juga, salah satunya adalah Kementerian Koordinator Perekonomian dan juga stakeholder lainnya," ungkapnya.

Fokus kedua OJK pada tahun 2026 adalah mendorong ekosistem keuangan yang lebih kontributif bagi masyarakat luas. OJK ingin memastikan pembiayaan mengalir ke sektor-sektor produktif dan daerah yang membutuhkan bantuan akibat bencana.

"Kemudian yang kedua adalah kita fokus pada pengembangan ekosistem sektor jasa keuangan yang kontributif, sehingga jasa keuangan memberikan dampak yang lebih optimal pada pertumbuhan ekonomi, baik melalui penyaluran pembiayaan UMKM, program prioritas, dan juga kebijakan stimulus untuk daerah yang terdampak ya, bencana dan lain-lain," tutur Kiki.

Baca Juga

OJK Tindak Tegas Pelanggaran Pasar Modal: Sanksi Administratif Tembus Rp 23,6 Miliar

Dalam hal inovasi produk, OJK telah merilis aturan baru untuk memperdalam pasar, termasuk instrumen investasi berbasis emas dan keuangan berkelanjutan. "Terkait market deepening ya, pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjutan, kami telah menerbitkan POJK ETF emas. Ya, ini juga kami mendengar apa, sudah ditunggu banyak pihak juga dan ini juga kita akan lihat bagaimana sustainable finance," paparnya.

Lebih lanjut, Kiki mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap situasi dunia yang tidak menentu. OJK berkomitmen penuh untuk memitigasi risiko dampak luar negeri terhadap ekonomi domestik.

"Kita tentu saja saya, Pak Dian, kemudian Pak Ogi, Pak Hasan, Pak Agusman, Bu Sophie, kita terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang terbaik terutama di saat-saat ini, ditambah tadi sudah saya sampaikan adanya dinamika geopolitik ya secara global yang tentu saja memberikan juga pressure yang juga tentu harus kita antisipasi rambatannya kepada kita," pungkas Kiki.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024