Antisipasi Lonjakan Transaksi Selama Periode Lebaran, BSI (BRIS) Dorong Transaksi Digital
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Sebagai langkah antisipasi lonjakan transaksi selama periode ramadan dan libur hari raya, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mendorong nasabah mengedepankan transaksi digital.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, tren transaksi menunjukkan peningkatan signifikan pada layanan digital menjelang dan selama lebaran, khususnya untuk pembayaran, pembelian, transfer, serta layanan zakat, infaw, sadaqah, dan wakaf (ziswaf).
“Karena itu, kami meningkatkan kapasitas sistem teknologi informasi, melakukan monitoring transaksi secara real time, dan memastikan seluruh e-channel beroperasi optimal agar nasabah dapat bertransaksi secara cepat, aman, dan nyaman,” ujarnya, dalam keterangan pers, Senin (2/3/2026).
Baca Juga
BSI, lanjut Anton, mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND by BSI yang menyediakan berbagai fitur, mulai dari tarik tunai tanpa kartu, transaksi ziswaf, hingga layanan bank emas untuk pembelian emas (gramase) secara real time.
Untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, bank berkode saham BRIS ini juga mengintegrasikan layanan digital dengan jaringan fisik dan lebih dari 126.000 BSI Agen di seluruh Indonesia yang melayani setor dan tarik tunai, transfer, dan lainnya.
Baca Juga
Anton melanjutkan, BSI juga menyiapkan Rp 45 triliun untuk mengantisipasi kebutuhan uang tunai di masyarakat, dengan puncak transaksi diperkirakan terjadi pada H-7 Idul Fitri.
“Dana tersebut didistribusikan melalui lebih dari 6.000 ATM/CRM serta 1.049 outlet kantor cabang di seluruh Indonesia,” katanya.
Di sisi bersamaan, BSI juga mengimbau nasabah untuk waspada terhadap potensi penipuan. Perseroan mendorong nasabah hanya mengakses informasi melalui kanal resmi perusahaan, termasuk website dan media sosial resmi BSI.
“BSI menargetkan layanan transaksi masyarakat selama lebaran tetap stabil, cepat, dan aman, seiring meningkatnya adopsi layanan keuangan digital di masyarakat,” ucap Anton.

