Lonjakan Mobilitas Nataru 2025/2026 Diprediksi Dorong Transaksi Digital hingga 90 Juta Transaksi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Seiring dengan meningkatnya mobilisasi masyarakat di momen libur natal dan tahun baru (Nataru) 2025/2026, volume transaksi sistem pembayaran diperkirakan melonjak lebih dari 50% secara year on year (yoy) dengan estimasi total hingga 90 juta transaksi.
Direktur Utama PT Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) Ario Tejo Bayu Aji mengungkapkan, korelasi antara mobilitas masyarakat dan peningkatan transaksi digital semakin kuat. Ditambah, adanya pemulihan daya beli yang signifikan di akhir 2025.
“Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat, transaksi digital diperkirakan terkonsentrasi pada sektor-sektor yang mendukung aktivitas selama perjalanan, seperti food and beverage (F&B), akomodasi dan transportasi perjalanan, ritel, serta berbagai layanan pendukung lainnya,” ujarnya, dalam keterangan pers, Kamis (18/12/2025).
Ario menambahkan, tingkat adopsi pembayaran digital juga semakin matang. Sekitar 80% dari lonjakan volume transaksi diproyeksikan didominasi oleh penggunaan QRIS, yang mencerminkan pergeseran fundamental cara masyarakat bertransaksi selama liburan dan perjalanan.
Baca Juga
Meski begitu, pembayaran nontunai yang semakin dominan tak sepenuhnya menggeser peran uang tunai. Ketersediaan uang tunai tetap dinilai penting, terutama di wilayah transit, daerah wisata, dan perlintasan antarkota.
Merujuk data Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan, lanjut Ario, diperkirakan sebanyak 119,5 juta penduduk atau sekitar 42,01% dari total populasi Indonesia akan melakukan perjalanan selama libur Nataru 2025/2026.
Angka ini meningkat sekitar 2,71% dibandingkan periode sebelumnya dan mencerminkan naiknya aktivitas ekonomi di berbagai daerah tujuan mudik dan wisata.
Baca Juga
Bank Neo Commerce Gandeng Zurich Jalin Kerja Sama Bancassurance
Sementara itu, Direktur Operasional Jalin Argabudhy Sasrawiguna mengatkaan, kesiapan layanan digital yang didukung oleh infrastruktur fisik menjadi kunci dalam menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat selama periode nataru.
“Infrastruktur fisik tetap relevan di tengah akselerasi digital. Kami memastikan kesiapan titik layanan penarikan tunai melalui pengelolaan jaringan ATM Himbara, yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, dan BTN yang terhubung melalui ATM Link, agar tetap optimal melayani kebutuhan masyarakat.

