Rupiah Menguat di Tengah Konflik yang Memanas di Timur Tengah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Rupiah dibuka menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (3/3/2026). Rupiah menguat 10 poin dan bertengger di posisi Rp 16.858 per US$. Indeks dolar AS atau DXY menguat menjadi 98,52.
Dalam papan data Bloomberg, yen Jepang juga menguat sebesar 0,04% terhadap dolar AS. Yuan China juga menguat 0,32%, begitu halnya dengan dolar Singapura yang menguat 0,11%. Sementara itu, rupee India melemah 0,55%, ringgit Malaysia juga melemah 0,02%, peso Filipina juga melemah 0,1%, dan baht Tailan melemah 0,1%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro mengatakan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 6,66 bps ke 3,94% (-22,9 bps sejak awal tahun). Ini seiring pasar menilai eskalasi AS–Israel terhadap Iran sebagai risiko jangka pendek yang tidak langsung mengganggu fundamental ekonomi domestik AS. Negara yang terlibat meliputi Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Baca Juga
Rupiah Melemah Terhadap Dolar AS, Imbas Kecamuk Perang Timur Tengah
Investor dengan cepat melakukan aksi beli saat harga melemah (buy on dips), terutama pada saham sektor teknologi dan pertahanan yang dinilai lebih defensif dengan fundamental kuat. Persepsi bahwa gangguan pasokan energi akan terbatas, serta keyakinan bahwa konflik tidak akan meningkat secara signifikan, membantu meredam kepanikan dan menjaga indeks utama tetap stabil.
Iran meningkatkan serangan terhadap Israel dan target lain di Timur Tengah, menyebabkan korban militer dan sipil, termasuk personel AS, serta memperluas konflik ketika kelompok Hezbollah yang didukung Iran meluncurkan rudal dari Lebanon dan Israel melakukan serangan balasan.
Baca Juga
Ketidakpastian Global Bayangi Pergerakan Rupiah Pagi Ini Jadi Segini
Presiden AS, Donald Trump mengatakan operasi dapat berlangsung selama empat hingga lima minggu, sementara Teheran dengan tegas menolak negosiasi dengan Washington meskipun ada klaim bahwa pembicaraan masih berlangsung.
“USD/IDR hari ini diperkirakan bergerak di kisaran Rp 16.840-16.982 per US$” kata Andry.

