Bank Negara Malaysia Uji Stablecoin Ringgit dan Produk Tokenisasi Lewat Sandbox DAIH
Poin Penting
|
JAKARTA, investorrust.id - Bank Negara Malaysia (BNM) meluncurkan perluasan regulatory sandbox aset digital melalui Digital Asset Innovation Hub (DAIH) untuk menguji stablecoin berbasis ringgit serta produk keuangan yang ditokenisasi.
Melansir CryptoRank, Rabu (25/2/2026), lewat program ini bank sentral Malaysia akan menguji bagaimana versi digital dari ringgit dan berbagai instrumen keuangan berbasis token dapat beroperasi dalam kondisi nyata, namun tetap dalam lingkungan yang terkontrol.
Fokus utama sandbox antara lain, stablecoin yang dipatok pada ringgit (ringgit-backed stablecoins), dan tokenized bank deposits atau simpanan bank dalam bentuk token digital.
Baca Juga
Donald Trump dan Pejabat Israel Dikabarkan Bahas Penggunaan Stablecoin untuk Jalur Gaza
BNM menyatakan, pengujian ini akan membantu otoritas memahami implikasi terhadap stabilitas moneter dan sistem keuangan, sekaligus menjadi dasar arah kebijakan ke depan.
“Pengujian ini akan memungkinkan BNM menilai implikasi terhadap stabilitas moneter dan keuangan serta menginformasikan arah kebijakan kami di area yang ditetapkan,” tulis BNM, dalam pernyataan resmi.
“Secara khusus, BNM bermaksud memberikan kejelasan lebih lanjut mengenai penggunaan ringgit stablecoins dan tokenized deposits pada akhir 2026,” sambungnya.
Eksperimen ini juga akan mengeksplorasi potensi percepatan pembayaran lintas negara dan menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan Central Bank Digital Currency (CBDC). Yaitu mata uang digital resmi yang diterbitkan dan diedarkan oleh bank sentral.
Baca Juga
Bos Indodax Tekankan Urgensi 'Stablecoin' Nasional, Ini Alasannya
Sejumlah institusi keuangan besar turut terlibat dalam uji coba ini, termasuk Standard Chartered, CIMB Group, Maybank, dan Capital A. Selain aspek teknis dan operasional, BNM juga menekankan pentingnya penilaian terhadap pertimbangan syariah.
Artinya, seluruh pengembangan produk harus selaras dengan prinsip keuangan islam yang menjadi bagian penting dari sistem keuangan Malaysia.
BNM menyatakan bahwa sandbox ini merupakan lingkungan pengujian tertutup, sehingga tidak menimbulkan risiko langsung bagi masyarakat luas. Tujuannya adalah memberi ruang bagi regulator memahami aspek teknis, hukum, dan operasional dari aset digital sebelum diterapkan lebih luas.
Melalui pendekatan ini, Malaysia berupaya menempatkan diri di garis depan dalam pengembangan regulasi aset digital, sembari menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

