Bisnis Emas BSI Tumbuh Pesat, Bidik 2 Juta Nasabah di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada bisnis emas, baik melalui layanan cicil emas, gadai emas, maupun produk bulion. Kinerja tersebut tercermin dari lonjakan jumlah nasabah hingga nilai transaksi yang meningkat tajam sepanjang tahun lalu.
Direktur Sales & Distribution BSI Anton Sukarna mengungkapkan, pengembangan bisnis emas merupakan bagian dari pertanggungjawaban pihaknya kepada masyarakat dan nasabah, sekaligus upaya mendorong inklusi dan literasi investasi syariah.
“Alhamdulillah sejak kita menjalankan bisnis bulion ini, kita bisa lihat bahwa ada catatan pertumbuhan kinerja yang cukup baik, dari mulai pertumbuhan customer base dan juga bisnisnya,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Kinerja Tahun 2025 BSI secara daring, Jumat (6/2/2026).
Baca Juga
Masih di Kisaran 10%, BSI (BRIS) Segera Penuhi Aturan Free Float 15%
Anton menjelaskan, untuk segmen emas non-bulion seperti cicil emas dan gadai emas, jumlah nasabah BSI saat ini mencapai 640.000 orang. Sementara, untuk layanan bulion yang mencakup produk titip dan jual-beli emas, jumlah nasabah berada di kisaran 530.000 orang.
“Kalau kita jumlahkan nasabah kita di dua segmen itu saja untuk emas, kita punya sekitar 1 juta nasabah. Mudah-mudahan di tahun ini kita akan meningkat lebih tinggi lagi, mudah-mudahan bisa sampai 2 juta atau mungkin lebih dari itu,” katanya.
Dari sisi kinerja bisnis, Anton menyatakan bahwa pembiayaan emas non-bulion BSI tumbuh 78,60% secara year on year (yoy) dengan total volume mencapai Rp 22,90 triliun. Nilai tersebut terdiri dari cicil emas sebesar Rp 12,89 triliun dan gadai emas sebesar Rp 10,02 triliun.
“Cicil emasnya naik sampai 101,23% (yoy), kenaikan yang luar biasa. Kemudian gadai emasnya juga terus tumbuh dengan tinggi, yaitu di angka 56,05%,” ucapnya.
Baca Juga
Total Pembiayaan BSI (BRIS) Melesat 14,49% Jadi Rp 318,8 Triliun di 2025
Sementara untuk bisnis bulion bank, penjualan emas BSI sepanjang tahun lalu tercatat mencapai 2,2 ton. Anton menilai capaian tersebut sebagai pertumbuhan yang sangat positif dan menunjukkan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas.
“Ini pertumbuhan yang luar biasa, dan insyaAllah kami akan terus mensosialisasikan terkait investasi emas ini, agar masyarakat semakin paham terkait model investasi emas, dan juga insyaAllah menjadi lebih sejahtera kaitannya dengan menabung emas,” kata Anton.

