Didorong Kredit Investasi, OJK Catat Total Kredit Perbankan Tumbuh 9,6%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, hingga penghujung 2025 industri perbankan mencatatkan kinerja yang solid. Salah satunya, tecermin dari total kredit yang tumbuh positif.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengungkapkan, solidnya kinerja perbankan didukung oleh tingkat permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta profil risiko yang manageable.
“Kinerja intermediasi perbankan tetap kontributif dengan profil risiko yang terjaga. Kredit perbankan pada Desember 2025, mencatat pertumbuhan 9,6% secara year on year (yoy) menjadi Rp 8.585 triliun,” ujarnya, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2026, Selasa (27/1/2026).
Pertumbuhan tersebut, lanjut Mahendra, didorong oleh kredit investasi yang melesat 20,81% (yoy), diikuti kredit konsumsi tumbuh 6,58%, dan kredit modal kerja meningkat 4,52%.
Di sisi bersamaan, kualitas kredit tetap terjaga. Hal ini terlihat dari rasio kredit macet atau non performing loan (NPL)gross 2,05%, dan NPL net 0,79%. Loan at risk (LAR) juga relatif stabil di level 8,77%.
Baca Juga
KSSK: Fiskal, Moneter, dan Sektor Keuangan dalam Kondisi Terjaga
Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh 13,83% (yoy) menjadi Rp 10.059 triliun. Dengan giro, tabungan, dan deposito masing-masing tumbuh 19,13%, 8,19%, dan 14,28%.
“Ketahanan perbankan terjaga kuat tercermin dari tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) yang pada Desember 2025 berada di level tertinggi yaitu 25,87%,” kata Mahendra.
Sementara itu, likuiditas perbankan pada Desember 2025 tetap memadai, dengan rasio simpanan terhadap pinjaman atau loan to deposit ratio (LDR) berada di level 85,37%.
“Sedangkan alat likuid terhadap non-core deposito atau AL/NCD dan alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) masing-masing tercatat 126,55% dan 28,58%,” ucap Mahendra.

