Hingga Paruh Pertama 2024, OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 12,36%
JAKARTA, investortrust.id - Hingga semester satu 2024, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja industri perbankan masih tetap solid. Salah satunya tercermin dari penyaluran kredit yang tumbuh 12,36% secara tahunan.
“Kinerja intermediasi terjaga sangat baik, dengan kredit tumbuh 12,36% (year on year/yoy) menjadi Rp 7.478 triliun,” ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) III Tahun 2024 di Jakarta, Jumat (2/8/2024).
Kenaikan kredit, lanjutnya, didorong oleh kredit investasi yang tumbuh 15,09% secara tahunan, diikuti kredit modal kerja yang naik 11,68%. Jika melihat pertumbuhan kredit investasi, OJK melihat optimisme terhadap pertumbuhan dari dunia usaha saat ini masih tetap tinggi.
Baca Juga
Hery Gunardi: Perbankan Perlu Lebih Lincah Hadapi Tantangan dan Peluang Ekonomi Masa Depan
“Artinya adalah untuk keseluruhan confidence dan optimisme terhadap pertumbuhan industri dan manufaktur tetap terjaga baik yang terepresentasi kuat oleh pertumbuhan kredit investasi,” kata Mahendra.
Dikatakan dia, rasio kredit bermasalah juga terjaga. Tercermin dari non performing loan (NPL) net yang berada di level 0,78%, sementara untuk NPL gross yaitu 2,26%.
Baca Juga
Tak Pakai POJK, OJK Sebut Aturan Restrukturisasi Kredit Dimatangkan Antar Kementerian
Sejalan dengan itu, dana pihak ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun industri perbankan tumbuh 8,45% secara tahunan menjadi Rp 8.729 triliun pada semester I 2024. Ditopang oleh segmen giro yang menjadi kontributor terbesar dengan pertumbuhan 13,6%.
“Kinerja perbankan yang solid, didukung dengan tingkat permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan yang tinggi, sebesar 26,18%,” ucap Mahendra.

