Regulator Masih Optimistis Industri Multifinance Berpeluang Tumbuh di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai prospek industri perusahaan pembiayaan (multifinance) masih memiliki ruang untuk tumbuh di 2026, meski pasar otomotif nasional tengah mengalami perlambatan.
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengungkapkan, peluang tersebut terutama berasal dari pembiayaan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) serta pengembangan inovasi produk pembiayaan.
“Per Oktober 2025, pembiayaan mobil listrik oleh industri multifinance tumbuh 2,70% (month to month/mtm) menjadi sebesar Rp 17,64 triliun,” ujarnya, dalam jawaban tertulis, belum lama ini.
Pertumbuhan ini, lanjut Agusman, didorong oleh meningkatnya minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
“Prospek pembiayaan mobil listrik pada 2026 diperkirakan tetap positif, seiring tren elektrifikasi kendaraan, dukungan kebijakan terkait lingkungan, serta bertambahnya pilihan merek kendaraan listrik di pasar,” katanya.
Baca Juga
OJK Beri Perlakuan Khusus Bagi Debitur yang Terdampak Bencana Sumatra
Di lain sisi, Agusman mengakui bahwa pembiayaan kendaraan baru secara keseluruhan masih menghadapi tekanan. Hingga Oktober 2025, pembiayaan kendaraan baru oleh industri multifinance tercatat terkontraksi sebesar 3,64% secara year on year (yoy) menjadi Rp 230,36 triliun.
“Penurunan ini sejalan dengan revisi penjualan kendaraan baru oleh Gaikindo dan perlambatan pasar otomotif, yang menekan pembiayaan kendaraan baru hingga akhir tahun,” ucapnya.
Meski begitu, OJK menilai dinamika pasar otomotif ke depan tetap membuka peluang bagi industri multifinance. Agusman menyebut, arah pembiayaan pada 2026 diperkirakan akan mengikuti perkembangan pasar.
”Dengan peluang pertumbuhan terutama dari segmen kendaraan listrik dan inovasi produk pembiayaan,” ujar Agusman.

