Di Tengah Tantangan, Multifinance Astra Optimistis Prospek Bisnis di 2026 Masih Cerah
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah berbagai tantangan, seperti pelemahan daya beli dan penurunan penjualan kendaraan, perusahaan pembiayaan milik Grup Astra (ASII) yaitu PT Astra Sedaya Finance atau Astra Credit Companies (ACC), PT Toyota Astra Financial Services (TAF), PT Federal International Finance (FIFGROUP) dan PT Surya Artha Nusantara Finance (SANF) tetap optimistis prospek bisnis di 2026 bakal cerah.
Direktur ACC Tan Chian Hok optimistis pembiayaan kendaraan roda empat semakin baik, seiring dengan mobilitas masyarakat dan ekonomi yang semakin naik. Tentunya hal ini juga mendorong kebutuhan akan kendaraan untuk memenuhi mobilitas tersebut.
“Kita percaya bahwa prospek otomotif masih akan cukup baik dalam 2026,” ujarnya, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam Press Conference Astra Auto Fest 2025, di Jakarta, Senin (1/12/2025).
Optimisme tersebut, lanjut Tan, turut didorong oleh kinerja dua multifinance Astra yaitu ACC dan TAF yang menguasai pangsa pembiayaan roda empat sebesar 25% secara industri hingga Oktober 2025.
“Kalau kita lihat secara pertumbuhan pembiayaan kita, total pembiayaan kita sudah menjadi kurang lebih Rp 85 triliun di empat roda, atau naik kurang lebih 5%,” katanya.
Baca Juga
Meriah! Astra Half Marathon 2025 Gaungkan Gaya Hidup Sehat dan Kepedulian Sesama
Pertumbuhan itu, turut mendongkrak laba dari Astra Financial sekitar 8%. Sehingga jika dilihat kondisi pembiayaan mobil terbilang lesu, kata Tan, tapi secara pembiayaan multifinance Astra tetap paling dominan.
Senada dengan Tan, Direktur Pemasaran dan Penjualan TAF Tan Justin Darsono, pihaknya cukup kolaboratif dalam pembiayaan kendaraan roda empat. Hal ini membuat TAF tumbuh di atas rata-rata industri di tahun lalu.
“Karena memang salah satunya didorong oleh pertumbuhan used car (mobil bekas) dan pembiayaan multiguna,” ucapnya.
Baca Juga
Astra Infra Perkuat Agenda Keberlanjutan Lewat Inklusi Difabel dan Neurodiversitas
Setali tiga uang, Direktur FIFGROUP Daniel Hartono juga optimistis pembiayaan roda dua pihaknya di 2026 bisa lebih baik ketimbang pertumbuhan di tahun ini. Hal ini didorong oleh pembiayaan kendaraan roda dua, baik baru maupun bekas, menggenggam pangsa 39% secara industri di tahun ini.
“Kalau kita lihat kinerja FIFGROUP sendiri, di semester I 2025, pertumbuhan loan finance kita di angka 7,9%. Kemudian kalau secara laba kita tumbuh itu diangkat 3,8%,” ujarnya.
Dari sisi pembiayaan alat berat, Direktur SANF Handri Susanto juga yakin pembiayaan di tahun depan semakin positif, seiring dengan kondisi makro ekonomi yang semakin membaik dan juga harga komoditas yang terus bergerak positif.
“Terkait dengan sektor alat berat, nilai pembiayaan baru dari perusahaan pembiayaan Astra terkait yang berfokus kepada pembiayaan alat berat sepanjang tahun 2025 memang meningkat 14%, menghasilkan nilai pembiayaan sekitar Rp 11,2 triliun,” katanya.
“Kami yakin di tahun 2026 ke depan pertumbuhan atas market ini akan tetap positif seiring dengan ekonomi makro yang membaik dan juga agak komoditi yang akan terus terkoreksi positif,” sambung Handri.

