OJK Optimistis Kinerja 'Multifinance' Tumbuh Positif di 2026, Asal...
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis industri perusahaan pembiayaan (multifinance) dapat terus mencatatkan kinerja positif di 2026. Hal ini didorong oleh berbagai peluang ekspansi, meski masih dihadapkan pada sejumlah tantangan.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman, menjawab pertanyaan Investortrust, dalam jawaban tertulis, Selasa (11/11/2025).
“Untuk itu, perusahaan multifinance antara lain perlu memperkuat manajemen risiko, mendiversifikasi produk, dan mengakselerasi transformasi teknologi,” ujarnya.
Baca Juga
Didominasi Segmen Kendaraan Bermotor, Pembiayaan Multifinance Tumbuh Positif
Hingga September 2025 sendiri, lanjut Agusman, industri multifinance mampu mencatatkan kinerja positif. Hal ini tercermin dari piutang pembiayaan yang tumbuh 1,07% secara year on year (yoy) menjadi Rp 507,14 triliun.
Jika dilihat berdasarkan wilayah, Papua Selatan mengalami pertumbuhan piutang pembiayaan terbesar yaitu 126,49% (yoy) menjadi Rp 696,54 miliar. Pertumbuhan ini antara lain karena adanya peningkatan pembiayaan ke alat berat yang mencapai Rp 351,58 miliar.
Secara keseluruhan, penyaluran piutang pembiayaan industri multifinance untuk alat berat meningkat 9,38% (yoy) menjadi Rp48,24 triliun.
“Pembiayaan alat berat di industri multifinance diperkirakan akan tumbuh positif hingga akhir tahun 2025 meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tekanan harga beberapa komoditas,” kata Agusman.
Baca Juga
Kemudian rasio pembiayaan macetnya terjaga, tercermin dari non performing financing (NPF) gross berada di level 2,47% per September 2025 atau turun dari 2,62% di periode yang sama tahun lalu.
Sementara itu, menjelang akhir tahun, sejumlah promo dan program penjualan dari pelaku usaha otomotif diyakini turut mendukung kenaikan piutang pembiayaan. OJK mencatat, piutang pembiayaan yang terafiliasi dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM) tumbuh 6,82% (yoy) menjadi Rp 228,52 triliun per September 2025.
“Promo jelang akhir tahun tentunya dapat mendorong pertumbuhan pembiayaan di industri multifinance,” kata Agusman.

