Rupiah Menguat pada Penutupan Perdagangan Kamis
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) mencatat terjadi penguatan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (11/12/2025). Rupiah menguat 0,11% ke level Rp 16.668 per US$.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi mengatakan pemangkasan suku bunga bank sentral AS, Fed Fund Rate (FFR), sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 3,5%-3,75% masih menjadi pertimbangan pasar.
Ringkasan proyeksi ekonomi menunjukkan bahwa sebagian besar anggota the Fed mengisyaratkan suku bunga the Fed tahun depan akan berada di sekitar 3,4%.
“Ini mengisyaratkan bahwa pembuat kebijakan dapat memotong 25 basis poin tahun depan. Untuk jangka panjang setelah 2026, pembuat kebijakan the Fed melihat suku bunga netral di sekitar 3%,” kata dia.
Baca Juga
Saat konferensi pers, Ketua The Fed, Jerome Powell mengatakan bahwa para pembuat kebijakan membutuhkan waktu untuk melihat bagaimana tiga pemotongan suku bunga the Fed tahun ini akan berdampak pada perekonomian AS.
“Fokus pasar hari ini adalah klaim pengangguran awal AS yang akan dirilis malam ini waktu Indonesia,” kata dia.
Dari dalam negeri, Asian Development Bank atau ADB, memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia dari 5% menjadi 4,9% untuk 2025. Pada 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksi juga di sekitar 5%.
Baca Juga
Pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi 2025 dan 2026 karena tarif tinggi AS. Ini menyebabkan ketidakpastian perdagangan yang diperkirakan akan membebani pertumbuhan.
ADB menilai belanja pemerintah meningkat berkat eksekusi anggaran yang lebih baik serta penyaluran stimulus. Namun, laju investasi dan konsumsi rumah tangga mulai melambat.

